Beranda Berita Bina Petani Milenial Jawa Barat, Polbangtan Bogor Siapkan Program YESS

Bina Petani Milenial Jawa Barat, Polbangtan Bogor Siapkan Program YESS

Friday, 13 September 2019   Oleh: Administrator   595

Bogor | polbangtan-bogor.ac.id - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) saat ini melaksanakan Program Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Pemuda di Sektor Pertanian atau lebih dikenal dengan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services). Program ini didanai oleh Pemerintah Indonesia dan International Fund for Agricultural and Development (IFAD).

Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor ikut berperan dalam Program YESS. Kamis (12/9) Tim YESS Polbangtan Bogor menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian Sukabumi, Dinas Pertanian Subang dan Dinas Pertanian Tasikmalaya di Ruang Rapat Cendekia Kampus Cibalagung. Hadir pula Tim YESS Kementan, Dr. Ir. Yul Harry Bahar.

Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Ir. Siswoyo, MP membuka rapat koordinasi. Dalam sambutannya Siswoyo menuturkan bahwa Polbangtan Bogor ini mendapat tugas dari BPPSDMP untuk Program YESS di wilayah Jawa Barat.

“Kita akan mengembangkan program ini di empat wilayah yakni Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Subang,” imbuhnya.

 Menurut salah satu anggota Program YESS Kementan, Dr. Ir. Yul harry Bahar bahwa YESS ini merupakan salah satu program dibawah PWMP (Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian) dan mengacu pada PWMP.

“PWMP ini merupakan program embrio untuk pengembangan kewirausahaan muda pertanian. YESS sebagai program pengembangan kewirausahaan muda di sektor pertanian yang pertama kali di dunia dan didanai oleh IFAD,“ ungkap Yul.

Program ini pun diharapkan dapat merekrut calon petani milenial dengan kategori umur 19-35 tahun. Ditargetkan sebanyak 33.500 pemuda dapat berwirausaha dari sektor pertanian dan mendapat keuntungan di berbagai sektor pertanian mulai dari padi, jagung, kedelai dan lain-lain. Nantinya dapat meningkatkan kapasitas pemuda di bidang pertanian. Kemudian pengorganisasinya diharapkan dapat dibentuk mulai tingkat pusat hingga tingkat daerah. [AP & DK]