Beranda Berita Dua Mahasiswa Polbangtan Bogor Raih Prestasi Nasional di Hari Tanah Sedunia

Dua Mahasiswa Polbangtan Bogor Raih Prestasi Nasional di Hari Tanah Sedunia

Tuesday, 07 January 2020   Oleh: Administrator   19

Bogor | www.polbangtan-bogor.ac.id –  Hari Tanah Sedunia (World Soil Day/WSD) diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Desember. Tahun ini peringatan WSD bertajuk “Hentikan Erosi Tanah, Selamatkan Masa Depan”. Hari Tanah Sedunia merupakan hari peringatan yang muncul dilandasi oleh realita bahwa sepertiga tanah di bumi ini telah rusak atau mengalami penurunan kualitas.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BB SDLP)  mengadakan berbagai kegiatan untuk meramaikan hari tanah sedunia, antara lain  berbagai bimtek untuk umum, lomba melukis dan mewarnai, Soil Judging Contest, Lomba Essay, Lomba Vlog, serta puncak acara  yang dilaksanakan di aula BBSDLP pada Rabu, (05/12).

Acara puncak peringatan Hari Tanah Sedunia dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Pejabat Kementrian Pertanian, mahasiswa, Himpunan mahasiswa ilmu tanah, dan berbagai lapisan masyarakat lainnya. “Tanah itu sumber kehidupan, pertanian, peternakan, bahan bangunan, semua bagian dari kehidupan berawal dari tanah, kalau kita bijak menggunakan tanah, tanah pun akan memberikan kebaikan pana manusia, ” tutur Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M.H,  dalam sambutannya.

Agenda acaranya sangat beragam  antara lain display produk pertanian,  Launching dan penandatanganan MoU  Smart Sensing KIT (Peta Gambut), penganugerahan pemenang lomba, dan orasi purna bakti.

Ketika sesi penganugerahan pemenang lomba , dua mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor memenangkan dua kategori yakni atas nama Ahmad Mubarok sebagai juara 1 lomba essay dan tim Liza Ramadhani sebagai juara 3 lomba vlog. Para pemenang lomba diberikan apresiasi berupa  piala/plakat, sertifikat, dan uang pembinaan.

“Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk berbagai lapisan masyarakat mulai dari siswa PAUD/TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa, bahkan masyarakat umum, hal ini agar kepedulian terhadap lingkungan khususnya tanah lebih tertanam sejak dini sampai ketika sudah dewasa,” ujar Dr. Husnain selaku kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.