Beranda Berita Kerjasama dengan Mercy-USA, Polbangtan Bogor Adakan SL-PTT

Kerjasama dengan Mercy-USA, Polbangtan Bogor Adakan SL-PTT

Monday, 31 August 2020   Oleh: Administrator   93

Pertemuan ketiga SL-PTT Budidaya Padi Organik, Kementerian Pertanian, dan Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor bekerjasama dengan Mercy-USA membahas tentang Penentuan Kalender Tanam dan Sosialisasi Good Agricultural Practices (GAP). Tema ini dipilih untuk mendukung program Budidaya Padi Organik di Gapoktan Jaya Bakti. Menyambung dari materi pertemuan sebelumnya, peserta diajarkan tentang pentingnya penerapan GAP dan prosedur penentuan kalender tanam.

Acara dibuka oleh Rudi Hartono, S.ST., MP, “Pada pertemuan kali ini disampaikan materi tentang kalender tanam oleh Bapak Musyadar, sedangkan narasumber kedua akan membahas tentang Sosialisasi GAP Padi Organik. Sebelum acara dimulai dilaksanakan pre-test dan post-test pada akhir acara. Hal ini bertujuan untuk mengukur atau mengevaluasi tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan pada oleh narasumber”.

Berikutnya disampaikan materi dinamika kelompok oleh Adang selaku PPL BPPPK Cibungbulang, “Masing-masing peserta dalam satu kelompok diminta untuk menggambar satu goresan sehingga terbentuk gambar utuh. Setelah itu, peserta diminta untuk menggambar lagi dengan syarat menentukan ketua kelompok untuk membimbing adanya diskusi penentuan gambar, terbukti hasil gambar lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya diskusi serta kerjasama, adanya pengurus, serta tujuan dapat meningkatkan kekompakan dari kelompok tersebut”.

Setelah pelaksanaan pretest, lanjut pemaparan materi dari narasumber pertama yaitu Achmad Musyadar, SE., MM, “penting adanya penentuan kalender tanam sebelum diadakannya budidaya pertanian. Hal ini bertujuan untuk memperkirakan waktu kegiatan per budidaya tanaman, sebagai pedoman sesuai dengan GAP budidaya padi organik, serta bisa digunakan untuk memperkirakan kebutuhan input budidaya pertanian sehingga tepat jumlah sesuai dengan umurnya”.

Narasumber kedua Neny Musyarofah, SP., M.Si menyampaikan bahwa, “penerapan Good Agricultural Practices bertujuan untuk menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi. Komponen keberhasilan GAP adalah aman konsumsi pangan, pengelolaan lingkungan dengan benar, keamanan kesehatan dan kesejahteraan pekerja lapang, serta jaminan kualitas produk. Pengembangan budidaya padi organik memiliki potensi ekonomi yang besar. Dari segi harga, produk organik lebih tinggi sehingga sebanding dengan input serta biaya perawatannya. Oleh karena itu, perlu diketahui prosedur penerapan GAP untuk mendukung pertanian organik”.

Kegiatan SL-PTT merupakan program yang bertujuan untuk pengembangan sumber daya manusia pertanian. Hal ini merupakan dasar untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Peserta sangat antusias terhadap materi yang telah disampaikan. Beberapa pserta menimpali dengan pertanyaan terkait bahan-bahan materi pada hari tersebut.