Beranda Berita Manfaatkan LFH, Mahasiswa Polbangtan Bantu Petani Rancang Bisnis Ubi Kayu

Manfaatkan LFH, Mahasiswa Polbangtan Bantu Petani Rancang Bisnis Ubi Kayu

Tuesday, 30 June 2020   Oleh: Administrator   62

BOGOR - www.polbangtan-bogor.ac.id | Polbangtan dan PEPI berupaya untuk dapat meregenerasi tenaga terampil di bidang pertanian yang punya semangat wirausaha serta menghasilkan sumberdaya manusia pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Pandemi Covid-19 yang sedang melanda saat ini tidak menghalangi para siswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk tetap mengikuti pembelajaran.

Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyiapkan sistem pembelajaran jarak jauh, sehingga mahasiwa tetap bisa belajar dengan tetap mengikuti protokol physical distancing.

“Dengan Sistem Pembelajaran Jarak Jauh, pendidikan tetap bisa berjalan meskipun kita sedang mengalami pandemi Covid-19. Justru ada hikmah yang bisa kita ambil bahwa arah pendidikan memang harus menuju sistem edukasi 4.0,” ungkap Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Ubi Kayu dan Ubi Jalar hingga sekarang masih dianggap hasil sampingan petani karena minimnya keuntungan yang didapatkan. Namun dengan perencanaan bisnis yang baik bersama petani milenial, komoditas tersebut bisa menguntungkan. 

Seperti yang dilakukan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Fasha Maulana yang tetap melakukan pendampingan langsung ke petani sebagai bentuk menjalankan kegiatan  belajar dari rumah (learn from home/LFH). 

Mahasiswa semester 4 ini melakukan pendampingan dilaksanakan di dekat wilayah Kota Bogor tepatnya di Desa Sumur Wangi Kelurahan Mekar Wangi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.

“Petani di daerah tersebut banyak mengembangkan dan membudayakan komoditas Daun singkong dan singkong itu sendiri. Bahkan di tengah pandemi mereka tetap memproduksi komoditas tersebut,” bebernya. 

Namun, sebagian besar petani menjual dengan harga rendah. “Mereka jual dengan sistem hitung per petakan. Harganya jadi jauh lebih rendah daripada pasaran,” tambahnya. 

Di dalam pendampingan petani, Fasha memaparkan akan pentingnya Manajemen Produk Hortikultura sesuai dengan SKS mata kuliah yang sedang ditempuhnya di semester 4 ini.

Petani sangat mengapresiasi atas informasi pentingnya perencanaan produk hortikultura dan diperkenalkan packaging sehingga meningkatkan harga produk hasil taninya.

Pewarta : Arif Prastiyanto

Editor : DHM