Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan

Home Base Kurikulum

Polbangtan Bogor menyelenggarakan pendidikan vokasi dengan 5 program studi, salah satunya adalah Program Diploma IV Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan. Pembelajaran di Polbangtan Bogor dilakukan dengan pendekatan Teaching factory (TEFA). Teaching factory merupakan model pembelajaran dalam suasana sesungguhnya (tempat kerja) untuk menumbuhkan kemampuan kewirausahaan peserta didik yang dibutuhkan oleh DU dan DI untuk menghasilkan produk yang sesuai tuntutan pasar (Permentan 75/2016). Kompetensi lulusan mahasiswa prodi PPB harus mampu sebagai penyuluh pertanian dan sosiopreneur bidang pertanian berkelanjutan ( usaha pertanian organik). Keluaran yang ingin dicapai dari usaha pertanian organik adalah produk segar organik (pangan dan hortikultura) dan produsen saprodi organic (pupuk organik, pestisida organik dan media tanam organik).

Produk organik merupakan hasil pertanian yang berada di bawah sistem pertanian tanpa menggunakan pupuk kimia dan pestisida dengan pendekatan secara lingkungan dan sosial. Metode pertanian organik dilakukan dengan pertimbangan mulai dari persiapan lahan hingga pasca panen untuk melestarikan kapasitas produksi dan regenerasi tanah, nutrisi tanaman yang baik, pengelolaan tanah, menghasilkan makanan bergizi, dan memiliki ketahanan terhadap penyakit (Badan Standarisasi Nasional 2016). Dengan ketersediaan lahan pertanian yang cukup luas di lahan TEFA prodi PPB, maka akan direncanakan usaha dalam bidang pertanian organik. Selain menghasilkan produk yang bermutu tinggi, pertanian organik bersifat ramah lingkungan dengan mencegah segala bentuk pencemaran kimia baik melalui air maupun udara, sehingga hasil produksi pertanian aman untuk konsumen. Lahan yang diperuntukkan untuk kegiatan TEFA dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1. Areal Lahan Teaching Factory Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan

Terdapat lima plot yang akan dikelola dalam rencana usaha pertanian organik, masing-masing plot akan ditanami dengan sistem pertanian organik. Sistem pertanaman yang diterapkan dalam pertanian organik adalah sistem pertanaman ganda yaitu tumpangsari atau tumpang gilir. Tumpang sari merupakan sistem penanaman lebih dari satu jenis tanaman pada satu waktu pada satu tempat. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam konversi pertanian konvensional menjadi pertanian organik sesuai dengan SNI 6729:2016 tentang Sistem Pertanian Organik. Selain itu, perlu diperhatikan juga mengenai pengairan, proses pengairan dalam pertanian organik menggunakan air yang bebas bahan kimia sintetis, tidak berwarna, tidak berbau. Oleh karena itu, perlu dibuatkan kolam pengendapan dengan diberi arang atau tanaman enceng gondok untuk menjamin kualitas air. Kegiatan TEFA prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan meliputi:

1. Percontohan pertanian organik

  • Produk, adapun produk organik yang ingin kami budidayakan dari usaha ini antara lain: sawi, kangkung, caberawit dan tomat yang bebas dari bahan-bahan kimia sehingga aman untuk dikonsumsi. Gambaran plot percontohan pertanian organik dapat dilihat pada Gambar 2.
  • Penanaman dan perawatan tanaman, dilakukan mulai dari penyemaian benih, penanaman, pemupukan, penyiraman, penyiangan sampai panen (disesuaikan dengan jenis tanaman). Penanaman dilakukan di dalam polybag, karena ingin menerapkan sistem pertanian organik, mengingat lahan yang digunakan bekas pertanian konvensional.
  • Target pasar, produk akan dipasarkan di lingkungan kampus Polbangtan terutama kepada pegawai dan asrama, serta ke depannya akan merambah ke swalayan-swalayan ketika hasil produksi sudah continue.
  • Teknik promosi, promosi dilakukan lewat door to dooryaitu dari pintu ke pintu dengan menawarkan produk dengan kualitas terbaik namun dengan harga yang relative murah