mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Kunjungan kerja pengurus koperasi, anggota kelompok tani dan DPRD Lampung Selatan

Pasar ternak yang ada di Lampung Selatan sudah sekitar 5 tahun berdiri tetapi tidak berkembang.
Bogor (Antaranews Megapolitan) – Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor kedatangan tamu Pengurus Koperasi, Anggota Kelompok Tani Sapi Potong dan Anggota DPRD Lampung Selatan (30 April 2018). Kunjungan tersebut diterima oleh Dosen STPP Bogor, mendiskusikan tentang berbagai hal menyangkut pengembangan sapi potong, termasuk jenis sapi baru, Belgian Blue. Selain itu juga dijajagi kemungkinan kerjasama antar kedua belah pihak dalam bidang peternakan dan pendidikan peternakan

Bapak Sutan, anggota DPRD Lampung Selatan dalam kesempatan pertamanya menjelaskan bahwa rombongan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di bumi Bogor dan Perguruan Tinggi STPP Bogor ini, juga akan melakukan studi banding pasar ternak di Jonggol.

”Pasar ternak yang ada di Lampung Selatan sudah sekitar 5 tahun berdiri tetapi tidak berkembang”, tuturnya.

Suhadi, Ketua Koperasi Produksi Sapi Lampung Selatan mengatakan bahwa mereka ingin belajar dari provinsi-provinsi lain, terutama mengenai pasar ternak dan peluang usaha baru. Harapannya, setelah pulang dari sini rombongan mendapatkan pengayaan sekaligus pembelajaran lebih banyak lagi mengenai kegiatan–kegiatan peternakan sehingga dapat dijadikan “oleh-oleh” buat daerahnya.

Salah satu dosen STPP Bogor yang ikut menerima rombongan, Ibu Endang Endrakasih menyatakan ada beberapa hal yang diperbincankan dalam kunjungan tersebut, mulai dari studi banding pasar ternak, pengembangan peternakan sapi potong, dan biogas.

“Hal sederhana tetapi penting yang kami dapat dari tukar pikiran dengan rombongan ini adalah, untuk pengembangan sebuah pasar ternak, akan lebih efektif dan efisien bila sudah ada embrio pasar ternak disitu, kemudian Pemerintah membantu dengan membangun fasilitasnya menjadi lebih baik. Cara ini akan lebih baik ketimbang membangun fasilitas pasar ternak di lokasi yang sebelumnya tidak pernah terjadi transaksi/jual beli ternak”. Ini hal sederhana tetapi sering tidak menjadi perhatian atau terlupakan oleh Pemerintah” ujar Ibu Endang.

Ketika berkeliling kampus Jurusan Penyuluhan Peternakan STPP Bogor rombongan tertarik dengan instalasi biogas sederhana yang terbuat dari drum yang biayanya tidak mahal, mudah dalam pembuatannya dan ketahanannya mencapai 4-5 tahun. Rombongan mendapat penjelasan langsung dari ahlinya, Bapak Mustawan. Ketertarikan ini membuat mereka ingin menjalin kerjasama dengan STPP Bogor mengenai pembuatan instalasi biogas sederhana ini.

Kunjungan rombongan Lampung Selatan ini berkesan sekali. “Jalinan yang harmonis seperti ini harus selalu terbina dan terjaga. Bukan hanya sekedar hubungan resmi pekerjaan, tapi juga hubungan kekeluargaan.”Ujar Ibu Endang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *