mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Pemasaran masih menjadi kendala, tetapi selalu ada peluang untuk memasarkan

Bogor (Antaranews Megapolitan) – Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian atau PWMP, Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor berhasil memproduksi sejumlah produk pertanian yang kini bisa dipasarkan Koperasi Dewi Sri.

“Pemasaran masih menjadi kendala, tetapi selalu ada peluang untuk memasarkan,” kata Didi Kurnia Sandi salah satu mahasiswa peserta program PWMP STPP Bogor, Kamis.
Didi bersama sejumlah kawan-kawannya membentuk usaha tani memproduksi labu madu (butternut squase). Sejak Februari lalu, kebun labun yang mereka kembangkan telah melaksanakan panen perdana.
Labu madu yang dihasilkan dipasarkan ke sejumlah konsumen di pasar, dan ditampung oleh Koperasi Dewi Sri STPP Bogor.
Manajer Koperasi Dewi Sri STPP Bogor, Boni Purwanegara mengatakan upaya yang mereka lakukan dalam rangka mendukung program PWMP yang sedang dijalankan oleh mahasiswa.
Menurutnya koperasi membantu memasarkan produk PWMP kepada pegawai STPP Bogor dan tamu-tamu dalam setiap kunjungan ke Bogor.
“Kami sekedar membantu untuk mengatasi kendala pemasaran yang dihadapi mahasiswa,” katanya.
Boni berharap dukungan yang diberikan Koperasi Dewi Sri dapat dimaksimalkan oleh mahasiswa STPP Bogor untuk semakin bersemangat membangun usaha pertanian.
“Kami berharap kelompok PMWP ini termotovasi dan lebih aktif dalam memasarkan produknya,” kata Boni.
Ia mengatakan pemasaran produk PWMP dilakukan setiap Jumat, strategi ini dilakukan untuk melihat reaksi pasar dalam dua bulan pertama akan diadakan dua kali dalam sebulan.
Apabila tanggapan konsumen bagus akan dilakukan rutin setiap hari Jumat. Adapun produk yang dipasarkan seperti labu maud, terong, cabai merah, bibit strowberry, jamur tiram, serta pupuk organik.
“Respon konsumen cukup antusias banyak yang suka produk PWMP,” kata Boni.
PWMP merupakan program yang digagas oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, bertujuan menghasilkan wirausahawan muda dengan berbagai produk pertanian maupun peternakan.
Di STPP Bogor telah terbentuk sekitar 30 kelompok PWMP sejak 2016, mahasiswa mengembangkan usaha pertanian mulai dari hulu hingga hilir. Seperti peternakan domba, usaha produksi telur asin, beternak puyuh, ayam, serta produksi pengolahan susu segar, dan aneka produk dari bahan pertanian.
Didi menambahkan program PWMP mendidik mahasiswa untuk mampu merancang model usaha mulai dari pemilihan jenis usaha, menghitung modal dan biaya produksi, pengembangan, hingga pemasaran.
“Dari semua tahapan itu, kami masih masih terkendala dengan pemasaran karena harus berbagi waktu dengan jadwal perkuliahan juga,” kata Didi.

Pewarta : Laily Rahmawaty

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID