mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Peternak Lampung Utara Terbantu Program Pendampingan SIWAB

Sebagai peternak senang sekali adanya program ini, berharap program ini terus bergulir setiap tahun.

Bogor (Antara Megapolitan-Bogor) – Peternak di Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung merasakan manfaat dari program pendampingan/pengawalan Sapi Wajib Bunting (SIWAB) yang dijalankan mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor.

“Dengan adanya program ini saya jadi terbantu sekali,” kata Ryanto peternak dari Desa Purbasakti, Kecamatan Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, melalui laporan STPP Bogor, Selasa.

Ia menjelaskan selama ini dalam beternak ia selalu menggunakan jasa inseminator bernama Sutikno sejak tahun 2010. Untuk menggunakan jasa Sutikno melakukan inseminasi buatan (IB), peternak dikenakan biaya. Tetapi dengan adanya program tersebut, layanan IB diberikan gratis.

“Saya senang ketika inseminator menyebutkan IB ini gratis program dari pemerintah. Sebagai peternak senang sekali adanya program ini, berharap program ini terus bergulir setiap tahun,” kata Ryanto.

Menurut Ryanto setiap sapi yang diiseminasi buatan menggunakan jasa Sutikno selalu berhasil bunting. Oleh karena itu ia mempercayai jasa Sutikno untuk melakukan IB.

“Sapi saya selalu berhasil bunting setiap menggunakan jasa IB Pak Sutikno,” kata Ryanto.

Ryanto merupakan salah satu peternak dibawah pendampingan Putri Wulandari Aulia, mahasiswa jurusan peternakan STPP Bogor dibantu Sutikno selaku petugas inseminator.

Dampak positif program SIWAB tidak hanya dirasakan oleh peternak tetapi juga bagi inseminator seperti Sutikno. Para inseminator biasanya setiap melakukan IB untuk straw dan N2 cair harus membeli terlebih dahulu.

“Sejak ada program SIWAB ini kami mendapatkan straw dan N2 cair secara gratis pula,” kata Sutikno.

Program pendampingan SIWAB juga memberikan multiefek selain bagi peternak, inseminator juga bagi mahasiswa yang memberikan pendampingan program.

“Manfaat bagi mahasiswa dapat mengetahui masalah di lapangan, menambah pengetahuan dan keterampilan serta pengalaman mendampingi peternak,” kata Putri.

Selama bertugas mendampingi peternak di Kabupaten Lampung Utara, Putri memantau program lainnya yang dijalankan oleh pemerintah setempat dalam mendukung peternakan. Selain SIWAB, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara juga membuat program penanggulangan gangguan reproduksi pada sapi dan kerbau yang dilakukan bergiliran di setiap kecamatan.

Program tersebut lanjutnya, melibatkan dokter hewan, asisten dokter hewan, inseminator, staf Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lampung, dan mahasiswa pendamping.

“Dengan adanya program ini peternak dapat mengobati sapi dan kerbau yang menderita gangguan reproduksi secara gratis,” kata Putri.

Putri menambahkan beberapa pihak terkait yang ditemuinya selama pendampingan berharap program tersebut tidak hanya berdampak baik di tahun program dijalankan tetapi berdampak setelah program tersebut berakhir.

Sementara itu, Kepala STPP Bogor Nazaruddin menyebutkan sebanyak 89 mahasiswa jurusan peternak diturunkan ke sejumlah kabupaten yang ada di Provinsi Lampung dan Bengkulu khusus untuk pendampingan program SIWAB.

“SIWAB merupakan salah satu program pembangunan peternakan dari Kementerian Pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan populasi sapi di Indonesia melalui inseminasi buatasn (IB) dan intensifikasi kawin alam (INKA),” katanya.

Ia menyebutkan program pendampingan SIWAB melibatkan inseminator, mahasiswa dan Pemuda Tani. Program tersebut dijalankan dengan cara memberikan IB secara gratis kepaa para peternak.

“Peternak hanya perlu menelpon inseminator ketika menemukan sapi birahi,” kata Nazaruddin.

Program pendampingan dan pengawalan pertanian melibatkan mahasiswa/alumni dan Pemuda Tani. Tercatat ada 179 mahasiswa STPP Bogor dan ratusan alumni dari tujuh perguruan tinggi mitra yang dilibatkan dalam program pengawalan/pendampingan pertanian APBN-P 2017 di wilayah Jawa Barat, Banten, Bengkulu, dan Lampung.

Selama dua bulan dari Oktober sampai November mahasiswa, alumni, dosen dan Pemuda Tani akan mengawal serta mendampingi petani maupun peternak dengan fokus pengawalan benih kedelai dan bawang merah, serta program SIWAB. (ANT/BPJ).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *