mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Sekjen Kementan Minta Lulusan STPP Buat Rencana Tugas Penyuluhan

Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian yang modern di masa depan. Bahkan bukan tak mungkin, penyuluh akan menjelma menjadi pengusaha pertanian yang mendorong gapoktan, serta petani binaannya menjadi sukses secara finansial.

Karena itu Sekjen Kementerian Pertanian, Hari Priyono saat wisuda lulusan STPP Bogor meminta agar para lulusan membuat rencana tugas 2018 bidang penyuluhan di masing-masing daerah. “Rencana tugas ini untuk menunjukan wisudawan punya kemampuan lebih untuk diberikan ruang pengerjaan yang lebih dari sebelumnya,” katanya di Bogor, Rabu (23/8).

Hari mengingatkan, pendidikan dan pengembangan sumberdaya manusia adalah pilar penting. Karena yang melaksanakan implementasi kebijakan pemerintah adalah penyuluh di lapangan. “Teknologi yang dihasilkan peneliti tidak akan bisa diadopsi petani jika tidak ada penyuluh itu,” ujarnya.

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Bogor tahun ini kembali mewisuda 42 orang Sarjana Sains Terapan Tahun Akademik 2016/2017. Wisuda yang berlangsung di Aula STPP Bogor terdiri dari 24 orang dari program studi penyuluhan pertanian dan 18 orang penyuluhan peternakan. Selain dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Hari Priyono, wisuda juga dihadiri jajaran eselon dua Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian.

Dalam laporannya, Ketua STPP Bogor, Nazaruddin mengatakan, wisudawan kali ini berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendapatkan tugas belajar dari Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Banten, Jabar, Jatim, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Maluku Utara.

Salah satu wisudawan terbaik dari Jurusan Penyuluhan Pertanian, Teti Ristawati Butar-Butar menyatakan siap menerima tantangan penyuluhan di masa kini dan masa depan, khususnya untuk regenerasi petani di daerahnya, Kalimantan Barat. “Disana petani sebagian besar sudah tua. Regenerasi berlangsung lambat. Saya berkeinginan untuk memotivasi pemuda kembali turun bertani karena sekarang sudah banyak alsintan yang bisa mempermudah kerja tani dan bisa dilakukan oleh mereka,” tutur Teti.

Begitupula dengan rencana yang ingin ditempuh lulusan terbaik Jurusan Penyuluhan Peternakan, Burhanudin yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat. “Ilmu disini akan saya aplikasikan ke masyarakat peternak. Bahkan saya sudah persiapkan lahan untuk percontohan peternakan sapi perah di Cianjur. Untuk menarik minat petani kan harus bisa kita contohkan dahulu,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID