mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

STPP Bogor bantu Upsus Siwab Lampung Tengah

Kami senang dengan program Siwab ini karena menguntungkan bagi masyarakat khususnya peternak.
Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat, membantu menyukseskan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Kepala UPTD Kecamatan Padang Ratu Kabupaten Lampung Tengah, Suyanto dalam siaran pers Humas STPP Bogor, Sabtu, mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan kehadiran mahasiswa STPP Bogor.
“Kami senang dengan program Siwab ini karena menguntungkan bagi masyarakat khususnya peternak,” katanya.
Ia mengatakan program Siwab membantu peternak meningkatkan populasi sapi potong dan menyukseskan swasembada daging 2018.
Suyanto menambahkan, kehadiran mahasiswa STPP Bogor yang mendampingi program ini dapat membantu mensosialisasikan program Siwab kepada masyarakat.
“Mahasiswa dapat membagi ilmunya selama di kampus kepada masyarakat,” katanya.
Lampung Tengah merupakan daerah sentra sapi potong. Mahasiswa STPP Bogor membantuk mewujudkan komitmen pemerintah untuk swasembada daging 2026 dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mahasiswa tingkat II jurusan penyuluh peternakan STPP Bogor berkontribusi mendampingi peternak dan membantu inseminator setempat. Dan juga melakukan penyuluhan di kelompok ternak.
Program pendampingan oleh mahasiswa menjadi wadah berbagi ilmu yang didapat di kampus untuk membantu peternak dalam meningkatkan usaha ternaknya.
Fitri Chaerunnisa salah satu mahasiswa STPP Bogor peserta pendampingan mengatakan, program Upsus Siwab banyak manfaatnya bagi kami sebagai mahasiswa, bertambahnya pengalaman dan pengetahuan mahasiswa.
“Pendampingan bisa berbagi ilmu dengan peternak dan kami sangat senang dapat berkontribusi dalam program ini,” katanya.
Program Siwab bertujuan untuk memaksimalkan potensi sapi khususnya sapi indukan di dalam negeri agar dapat menghasilkan pedet dengan optimal.
Ia mengatakan, gangguan reproduksi menjadi penghalang untuk program Siwab pada umumnya. Ini yang melatarbelakangi mahasiswa turun ke lapangan memberi pendampingan.
“Mahasiswa juga mendampingi kepala UPTD dan inseminator dalam memberikan suntikan hormon untuk gangguan reproduksi pada sapi indukan,” katanya.
Ketua Kelompok Ternak Lampung Tengah menyambut baik program Siwab karena membantu peternak dari segi biaya untuk menghasilkan pedet.
Ia menambahkan, kendala yang banyak ditemukan di lapangan di antaranya inseminasi buatan kebanyakan dilakukan lebih dari satu kali baru bubting.
“Alhamdulillah dengan program ini dari segi biaya kami dibantu dan banyak pedet yang dihasilkan dari Siwab ini. Kendala inseminasi buatan harus dievaluasi apa penyebabnya,” kata Bagio.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *