mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Mahasiswa STPP Bogor paparkan kesuksesan program PWMP

Labu madu peluang usaha yang menjanjikan di sektor pertanian.
Bogor (Antaranews Megapolitan) – Didi Kurnia Sandi salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat, mendapat kesempatan menjadi narasumber workshop Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).
Didi, di Bogor, Sabtu, mengatakan, ia berkesempatan menceritkan kisah sukses menjalankan program PWMP bersama rekan mahasiswa lainnya dengan usaha yang dijalankan budidaya labu madu (Butternurt Squash).
“Saya mewakili kelompok usaha Waluh Gardens merasa bangga bisa berbagi pengalaman di workshop itu," kata Didi. Didi mengatakan budi daya labu madu yang dijalankannya terbilang sukses, sehingga mendapat kesempatan menjadi salah satu pembicara dalam workshop PWMPTraining of Trainers` tahap pengembangan yang diselenggarakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.
Workshop diikuti 50 perserta terdiri atas pembimbing PWMP STPP, pembimbing PWMP perguruan tinggi mitra, dan pembimbing PWMP SMK pembangunan pertanian.
Menurut Didi, dalam acara tersebut ia menjelaskan bagaimana mengembangkan usaha budi daya labu madu, teknisnya, produktivitas, sampai bagaimana cara memasarkan hasil panennya.
“Kami juga sampaikan kendala-kendala yang dihadapi selama menjalankan usaha ini,” katanya.
Didi mengatakan timnya memilih mengembangkan budi daya labu madu karena memiliki banyak kelebihan, yakni buahnya memiliki kualitas yang bisa tahan dalam jangka waktu lama (enam bulan).
Dari sisi ekonomi juga sangat menjanjikan, karena di pasar modern harga per kilo labu madu mencapai Rp50 ribu.
“Labu madu peluang usaha yang menjanjikan di sektor pertanian,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, labu madu juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, cocok buat makanan pendamping ASI, serta baik untuk pencernaan.
“Banyak manfaat kesehatan yang didapat dari labu madu ini, untuk antibodi, mengandung banyak vitamin A, menguragi gejala anemia, bisa untuk program diet,” kata Didi.
Workshop PWMP mengangkat tema “Sucsess Story of Agrosociopreneur PWMP”.
Kisah sukses Didi dan kawan-kawan mendapat apresiasi dari pembimbing PWMP Universitas Udayana yang mendorong anak muda untuk menjadi wirausaha pertanian.
PWMP adalah program dari Kementerian Pertanian bertujuan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha bagi mahasiswa STPP maupun perguruan tinggi lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa >>