mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Mahasiswa STPP Bogor kaji teknologi pembuatan silase

Silase ini dinilai efektif sebagai pakan pengganti untuk pakan ternak di musim kemarau.
Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Bogor, Jawa Barat, kaji teknologi pembuatan Silase sebagai pakan alternatif di musim kemarau.
“Silase ini dinilai efektif sebagai pakan pengganti untuk pakan ternak di musim kemarau,” kata Ayu Kadarsi salah satu mahasiswa STPP Bogor, Senin.
Kaji Teknologi dilakukan dihadapan peternak di Kampung Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.
Menurutnya, hampir sebagian peternak di daerah tersebut mengalami masalah persediaan pakan yang menjadi terbatas saat musim kemarau.
Dalam rangka pendampingan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus SIWAB), mahasiswa jurusan penyuluh peternakan STPP Bogor menggelar Kaji Teknologi berupa pembuatan silase.
Menurut Ayu, Silase merupakan pakan awetan segar pada kondisi anaerob atau kedap udara.
“Kami mendemonstrasikan pembuatan silase yang mudah dan murah untuk di praktekkan kepada peternak,” katanya.
Uji teknologi pembuatan Silase diharapkan peternak dapat mengaplikasikan pembuatannya, untuk digunakan sebagai pakan ternak alternatif, mengatasi persoalan ketersediaan pakan di musim kemarau.
Ayu menambahkan, kegiatan kaji teknologi di Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah didukung banyak pihak, UPTD wilayah Padang Ratu, perangkat Desa Bandar Sari, Inseminator, ATR, Penyuluh, serta Kelompok ternak.
Kepala UPTD Kecamatan Padang Ratu, Suyanto dalam sambutan tertulisnya menyampaikan harapannya dari kegiatan Kaji Teknologi yang dilakukan mahasiswa STPP Bogor dapat menjadi contoh bagi kelompok ternak dan para anggotanya dalam pembuatan silase.
“Saya juga berharap pembuatan silase ini memberikan kontribusi yang signifikan untuk pengembangan peternakan di Padang Ratu,” kata Suyanto.
Ketua Kelompok Tani Karya, Padang Ratu, Bagio, mengaku senang dengan adalah pelatihan pembuatan Silase.
“Anggota kelompok bisa mengetahui cara pembuatan silasem. Bahkan beberapa anggota kelompok sudah ada yang membuat silase sendiri untuk ternaknya,” katanya.
Bagio menambahkan, kaji teknologi pembuatan Silase ini tentu saja membawa pengaruh positif dan hal baru bagi peternak yang belum mengetahui pakan lain selain pakan yang biasa diberikan untuk ternaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengumuman

Berita Lainnya

id_IDID