mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Polbangtan Bogor Gelar Seminar Nasional Bahas Peternakan Berorientasi Ekspor

BOGOR – www.polbangtan-bogor.ac.id – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sukses menggelar Seminar Nasional “Menyiapkan Generasi Milenial Sebagai Pelaku Usaha Peternakan Berorintasi Ekspor” di Kampus Cinagara, Selasa (17/12). Hadir sebagai keynote speaker Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdikatan) Dr.Idha Widi Arsanti,SP., MP.

Tiga pembicara dihadirkan, baik dari pakar maupun praktisi peternakan seperti Ir. Imron (Kasubdit Standarisasi dan Mutu, Dit. Perbibitan Kementan) ,Joko Susilo S.Pt ( Sekjen ISPI), dan Sri Mulyono (Praktisi Peternakan).

Seminar yang dibuka oleh Wakil Direktur III Wida Pradiana, SP., M.Si kali ini dititikberatkan pada kondisi peternak sapi indonesia saat ini, peluang dan tantangan sebagai wirausahawan bidang peternakan, era digital mengharuskan peternak rakyat berinovasi, kunci berinovasi dengan pengembangan teknologi, pencapaian efisiensi dalam priduksi , kendala pengusaha jaman now ( dana/modal), dan pembiayaan secara digital di sektor pertanian dan peternakan.

Ketua Jurusan Peternakan Dr. Arif Nindyo Kusworo, S.Pt., M.Si menuturkan bahwa seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan para mahasiswa sebagai pelaku usaha peternakan berorientasi ekspor.

Sementara itu, dalam presentasinya Kapusdiktan menuturkan bahwa peternakan erperan penting dalam pemenuhan kecukupan gizi masyarakat Indonesia sebagai investasi untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. “Sektor ini juga memiliki kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional 2017 sebesar 1,57% serta PDB sektor pertanian tahun 2017 sebesar 15,87%,” jelasnya.

Co-Founder Coo LENDANA Sri Mulyono, salah seorang praktisi pembiayaan digital, mengungkapkan tentang tantangan dan peluang pembiayaan secara digital di sektor pertanian dan peternakan. Menurut Mulyono, ada empat sasaran pembiyaan digital. Pertama akses pendanaan untuk masyarakat unbankable. Kedua, kemudahan pendanaan untuk menjangkau sektor/wilayah yang masih kurang tersentuh pembiayaan lembaga leuangan. Ketiga, meningkatkan produktifitas dan skala usaha UMKM. Keempat, mendorong terbentuknya “Cashless Society”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID