mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Sinergi LMSINDO dan MSM Tingkatkan Kompetensi Guru SMK

KUPANG – https://polbangtan-bogor.ac.id | Sejalan dengan tuntutan dunia pendidikan era 4,0, Link and Match SMK In Indonesia (LMSINDO) bekerjasama dengan Maastricht School of Management (MSM) Belanda, Polbangtan Bogor, Universitas Nusa Cendana (Undana), menggelar pelatihan bagi guru SMK Pertanian Waibakul (Sumba Tengah) dan SMK-PP Negeri Kupang.
Kegiatan dilakukan selama 5 hari mulai tanggal 7 s.d. 11 Maret 2022 di Hotel Aston Kupang.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan dibutuhkan metode pembelajaran pendidikan vokasi melalui pendekatan teaching factory (TEFA)
K myaitu, menerapkan sistem pembelajaran yang dikembangkan semirip mungkin dengan Industri dan Dunia Kerja (IDUKA).

“Salah Satu kunci utama dari keberhasilan pembangunan pertanian adalah SDMnya, bantuan benih, pupuk, bantuan alsintan, dan yang lain-lain tidak akan berhasil kalau tidak dikelola SDM yang kompeten,” ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan berbagai kerjasama yang dilakukan harus mampu menghasilkan output yang sangat luar biasa di sektor pertanian khususnya peningkatan kualitas SDM Pertanian.

“Kementan melalui BPPSDMP akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian. Kita akan ‘menikahkan’ Industri/Dunia Usaha (IDUKA) dengan Pendidikan Vokasi di lingkup Kementan,” ungkap Dedi.

Kegiatan pelatihan dibuka secara resmi oleh Rektor Undana,Maxs U. E. Sanam dan dihadiri oleh Direktur Proyek LMSINDO, Direktur Polbangtan Bogor Kepala Sekolah SMK-PP Kupang, Kepala Sekolah SMK Waibakul serta praktisi agribisnis NTT Gesti Sino.

Ketua panitia, I Wayan Nampa, menyatakan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian Kerjasama yang telah dimulai dari tahun 2019 antara Pemerintah Indonesia dan Belanda.

“Tujuan awalnya adalah untuk menyelaraskan Pendidikan di kampus dengan kebutuhan dunia kerja.”, ujar Wayan.

Harapannya, pendidikan yang didapat mahasiswa di bangku kuliah sangat bermanfaat ketika diterapkan di dunia kerja. Dia menambahkan bahwa dalam proyek ini para guru SMK dan dosen dilatih untuk meningkatkan kompetensi dan produktivitasnya di tingkat nasional serta mengembangkan kurikulum dengan sistem pembelajaran berbasis masalah dan sistem pembelajaran berbasis proyek.

Kegiatan diawali dengan Keynote Speaker: Hester van de Kuilen, M.Sc dengan topik “Problem Based Learning” dan Clemens Kolo, MAT (Undana) dengan Topik “Project Based Learning and Curriculum Development“.

Topik-topik menarik lainnya di antaranya; Value Chain Analysis of Analysis of Several Agriculture Commodities in NTT, Horticulture or Food Security, Integrated Farming, Labor Market Needs Analysis/LMNA, and Student Collaboration.

Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mengajak para peserta luring dan daring untuk selalu interaktif dan responsif melalui kegiatan–kegiatan kelompok.

Selain itu, di sela–sela materi diisi dengan permainan interaktif yang pemenangnya mendapat souvenir khas dari masing–masing institusi.

Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar dalam paparannya menyampaikan visi Polbangtan Bogor adalah menghasilkan entrepreneur di bidang pertanian.

“Oleh karena itu, kurikulum dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di dunia nyata sebagai job creator.”, ujarnya.

Detia menambahkan, meskipun demikian, pengayaan kurikulum masih perlu dilakukan untuk lebih mengoptimalkan luaran yang dituju.

“Oleh karena itu, beliau sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan ini dan sangat menantikan kontribusi maksimal dari dosen–dosen tersebut.”, tutup Detia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa >>