mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Jadikan Petani dan Penyuluh Garda Terdepan Pertanian, Kementan Gelar Bimtek

GARUT – https://polbangtan-bogor.ac.id | Petani dan Penyuluh Pertanian dari wilayah Garut Selatan dalam dua hari ini sabtu s.d minggu, 26 s.d 27 Maret 2022 antusias mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Di Wilayah Koordinasi Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor.

Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian melihat bahwa penyuluh pertanian merupakan Kopasus dari keberhasilan pertanian di Indonesia.

“Kalian itu sangat penting, kalian adalah kopasus dari kementerian pertanian. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bidang pertanian yang profesional dilakukan melalui pendidikan, pelatihan vokasi maupun sertifikasi profesi.” ujar Syahrul.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengungkapkan program Bimtek bagi penyuluh merupakan kesempatan yang sangat berharga.

“Melalui Bimtek ini diberikan kesempatan yang lebih luas lagi untuk Penyuluh Pertanian yang telah memiliki pengalaman kerja, untuk dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi.” ujar Dedi.

Direktur Polbangtan Bogor Detia Tri Yunandar, dalam sambutannya menyampaikan; “Kegiatan Bimtek ini adalah kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI dalam upaya peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta regenerasi petani, diharapkan peserta menjadi petani dan penyuluh pertanian yang siap kerja di lapangan salah satunya dengan mengadopsi inovasi pertanian yang sudah ada untuk membantu peningkatan produksi pertanian sehingga kesejahteraan petani dapat terwujud.” papar Detia.

Kegiatan Bimtek dilaksanakan dua angkatan dengan peserta per-angkatan 100 orang. Peserta berasal dari 15 kecamatan yaitu Banjarwangi, Singajaya, Mekarmukti, Cihurip, Cibalong, Pameungpeuk, Cikelet, Caringin, Cisewu, Bungbulang, Pakenjeng, Pendeuy, Pamulihan, Talegong dan Cisompet.

Kegiatan Bimtek mengusung tema “upaya penguatan petani dan penyuluh untuk mendukung ketahanan pangan dalam menghadapi pandemi Covid-19”.

Kegiatan Bimtek ini diselenggaran oleh Polbangtan Bogor melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI.

“Kegiatan Bimtek ini salah satu kegiatan yang difasilitasi oleh polbangtan Bogor yang bekerjasama dnegan Komisi IV DPR RI yang dilaksanakan oleh UPPM, kegiatan ini sebagai upaya untuk memastikan para petani dan penyuluh memiliki kapasitas dan kompentesi yang terbarukan melalui informasi baru terkait pertanian modern juga meningkatkan semangat para petani mililenial dalam dunia pertanian dan peternakan”, kata Aminudin kepala UPPM Polbangtan Bogor.

Kegiatan ini di hadiri oleh Muhammad Haerudin Amin, S.Ag, MH, selaku anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR) RI Komisi IV, Direktur Polbangtan Bogor, Unsur Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Camat Kecamatan Caringin Kab. Garut serta praktisi peternakan sebagai narasumber Bimtek.

Muhammad Hoerudin Amin M.H, selaku anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR) RI Komisi IV, menyampaikan bahwa masyarakat Garut khusunya Garut Selatan harus punya keyakinan dan tekad untuk maju, bermimpi tapi tentunya diikuti dengan kemauan dan kerja keras.

“Petani dan Penyuluh pertanian harus bersama harus berjuang dari bawah serta yakin bahwa akan ada perubahan. Melalui bimtek ini diharapkan peserta bisa ikut serta dalam mensukseskan kesediaan dan kemandirian pangan, utamanya bahan pangan lokal bukan impor.”

Selanjutnya beliau menambahkan bahwa Forum Bimtek yang didorong oleh Komisi IV dalam rangka pembekalan petani penyuluh pertanian serta menambah ilmu pertanian sehingga SDM-nya berorientasi kepada hasil yang berkelanjutan.
Diakhir arahannya beliau menyampaikan “Kepada peserta-mohon serius dalam menangkap ilmu pada Bimtek ini, diharapkan peserta mampu menciptakan program Integrated Farming Sistem (IFS) di tempatnya masing-masing dengan menggabungkan potensi yang ada yaitu peternakan, pertanian dan dunia usaha sehingga daerah gatut khusunya Garut Selatan menjadi basis pangan pertanian dan peternakan”, tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID