mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Libatkan Dinas dan Kepala Pasar, Kementan pantau Stok Pangan di Bekasi

BEKASI – https://polbangtan-bogor.ac.id | Menghadapi tingginya permintaan kebutuhan pokok menghadapi bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memastikan stok kebutuhan pokok di pasar aman.

Mentan SYL menegaskan sesuai arahan Presiden Joko Widodo sinergi lintas Kementerian harus terus diperkuat dalam memastikan bahan pokok dapat terjangkau oleh masyarakat.
Caranya yakni memperlancar distribusi dan mendekatkan kebutuhan pangan dari daerah surplus ke daerah defisit sehingga setiap daerah tercukupi.

Menindaklanjuti lanjuti hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi terus menurunkan satgas pangan untuk mengecek langsung kondisi di lapangan.

Dedi menyatakan, jaminan ketersediaan pangan merupakan salah satu pilar yang menjadi fokus perhatian Kementan.

“Penting untuk harus terus menjamin kebutuhan pangan agar tak ada satu orang pun yang luput pemenuhan kebutuhan pangannya. Oleh karenanya, mari kita bahu membahu dalam hal swasembada pangan agar ketahanan pangan kita terjamin,” ujarnya.

Bersama Kepala Dinas Ketahan Pangan kabupaten Bekasi, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor Detia Tri Yunandar selaku penanggungjawab pengawalan pangan strategis di Jawa Barat,melakukan pengawalan, pengecekan ketersediaan dan harga pangan jelang lebaran idul fitri 1443 H di pasar induk Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

“Kami terus berupaya bekerjasama dengan dinas ketahanan pangan setempat untuk turun ke lapangan setiap minggu mengecek stok ketersediaan pangan bagi masyarakat”, pungkas Detia.

Dalam tinjauan ini, arif nindyo selaku tim survai dari polbangtan bogor juga berdialog dengan para pedagang, menanyakan stok beberapa komoditi sembako.

“Berapa harga cabai saat ini untuk dipasar induk cibitung dan stoknya apakah memadai sampai lebaran nanti?,” tanya arif kepada salahsatu pedagang cabai, di pasar induk Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, seperti dalam keterangan yang diterima tim Polbangtan Bogor (16/04).

Tim survei masih mendapat keluhan dari pedagang pasar soal terjadinya penurunan harga cabai saat ini Rp.25.000 per kilogram sedangkan sebelum puasa bisa tembus Rp.50.000 per kilogramnya.

Ani salah satu penjual cabai mengatakan “adanya penurunan harga cabai membuat omset harian saya menurun, sehari hanya bawa pulang Rp.200.000 itu juga termasuk modal” ujarnya.

Tim survei pun berbincang dengan beberapa pedagang menanyakan harga bahan pangan dan ketersediaan barang dipasaran mulai dari bawang, cabai, daging, ayam, minyak goreng, beras, daging sapi dan ayam, serta telur. Alhasil, kondisi stok dan harga di pasar ini stabil.

“Harga ini cukup stabil walaupun ada kenaikan sedikit dibeberapa komoditas seperti daging dan penurunan harga dikomoditas cabai”, papar abdul rahman selaku ketua pasar induk Cibitung.

Abdul menambahkan, untuk stok pangan khususnya dipasar induk ini masih aman sampai lebaranpun terlihat dari beberapa daerah sedang panen raya terhusus komoditi cabe, bawang merah, bawang putih, dan jagung manis. sedangakan untuk komoditas beras kami sulpus 164 TON dari kebutuhan sekabupaten/kota Bekasi.

“Saat ini ayam berkisar di harga Rp.35.000 ribu/kg, bawang putih Rp 34.000/kg, cabai merah besar Rp 40.000/kg, cabai rawit merah Rp.40.000/kg, daging sapi berkisar Rp 140.000 hingga 150.000/kg , daging ayam Rp. 40.000/kg , telur ayam Rp. 24.000/kg dan beras super Rp.11.500/kg serta untuk beras premium Rp.11.000/kg. Sedangkan untuk minyak goreng curah masih di kisaran Rp.18.000 – Rp 20.000 per liternya dan untuk minyak goreng kemasan di kisaran Rp. 25.000 per liternya, itu juga dalam stok terbatas.

Mengatasi permasalahan tersebut pemerintah memberikan subsidi minyak goreng curah sebanyak 60 liter per pedagang bertujuan untuk menstabilkan harga”, beber Abdul.

Terakhir, ketua pasar induk Cibitung ini berpesan kepada konsumen jangan takut berbelanja karna stok tersedia melimpah dan harga cukup murah walaupun ada beberapa harga yang naik itu dikarenakan ketersediaan bahan ditingkat petani yg sedikit, namun untuk saat ini sampai lebaran masih aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID