mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Sambangi Pasar Ciawi, Kementan Pastikan Stok Kebutuhan Pokok Aman

CIAWI – https://polbangtan-bogor.ac.id | Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Satgas Pangan Jawa Barat kembali melakukan memonitoring kondisi stok dan harga pangan (16/04). Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Kementan dalam menjaga dan mengawal ketersediaan 12 bahan pangan pokok di pasaran pada saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1443 H.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.

“Kita harus menjamin kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia. Tidak boleh ada satu orang pun yang pangannya tak terpenuhi di negeri ini. Kita punya tanggung jawab besar menjamin hal tersebut,” kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, jaminan ketersediaan pangan merupakan salah satu pilar yang menjadi fokus perhatian Kementan.

“Penting untuk harus terus menjamin kebutuhan pangan agar tak ada satu orang pun yang luput pemenuhan kebutuhan pangannya. Oleh karenanya, mari kita bahu membahu dalam hal swasembada pangan agar ketahanan pangan kita terjamin,” ujar Dedi.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor beserta Kepala Bidang Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Bogor dan tim turun langsung ke Pasar Ciawi untuk memantau perkembangan kebutuhan 12 bahan pangan pokok.

Dari hasil pantauannya yang didampingi langsung oleh Kepala Pasar Ciawi ketersediaan 12 bahan pangan pokok secara umum terdapat kondisi yang tidak aman yaitu pada ketersediaan minyak goreng khususnya curah.

“Berdasarkan hasil diskusi dengan para pedagang, diketahui ketersediaan dan harga bahan pangan utama seperti beras, jagung, telur ayam, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, dan gula pasir masih dalam kondisi yang aman, namun tidak untuk stok minyak goreng khususnya minyak goreng curah diposisi yang tidak aman dikarenakan dari sisi harga yang melonjak dan permintaan barang yang sulit.

Oleh karenanya, setiap stakeholder harus bahu membahu menjamin ketersediaan pangan agar kebutuhan masyarakat tak terganggu” ungkap Detia saat ditemui disela-sela kunjungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID