mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Kementerian Pertanian terus memantau dan memastikan ketersediaan dan harga 12 bahan pangan pokok di pasaran seiring dekatnya Hari Raya Idul Fitri

BOGOR – https://polbangtan-bogor.ac.id | Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai penanggungjawab dalam memonitoring ketersediaan dan harga pangan di Provinsi Jawa Barat, pada 30 April 2022 Direktur Polbangtan Bogor beserta tim satgas pangan dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor turun ke Pasar Ciomas.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan, ketersediaan bahan pangan pokok harus tetap terjamin dalam situasi apapun. Itu sebabnya, sektor pertanian harus berproduksi apapun kondisinya.

“Dan kita bersyukur diberkahi tanah yang begitu subur, mataharinya terus bersinar, airnya terus mengalir. Oleh karenanya, pertanian kita tak boleh bersoal. Pangan rakyat tak boleh bersoal,” tegas Mentan SYL.

Beserta arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumbet Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyatakan hal senada. Menurutnya, ketersediaan pangan tak boleh terganggu sama sekali. “Kebutuhan mendasar masyarakat tak boleh terganggu,” kata Dedi.

Oleh karenanya, pemantauan ini diharapkan dapat dengan cepat menanggulangi segala hal yang berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat. “Hal ini tentu sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional. Kami memastikan petani dan penyuluh turun ke lapangan agar ketahanan pangan nasional kita terjaga,” katanya.

Dari hasil monitoring di Pasar Ciomas Kabupaten Bogor, harga sejumlah komoditas 12 bahan pangan pokok cenderung stabil dan tersedia dengan baik. Seperti halnya beras yang dijual kisaran Rp7.000 sampai Rp12.500 per kilogram, jagung dijual Rp13.000/kg, bawang merah dijual Rp38.000/kg, bawang putih dijual Rp28.000/kg, dan gula pasir dijual Rp14.000/kg.

Kecuali cabai besar, cabai rawit, telur ayam, daging ayam, dan minyak goreng mengalami kenaikan harga, akan tetapi masih dianggap aman untuk ketersediaannya.

Kemudian dikarenakan sudah mendekati hari Raya Idul Fitri, didapati harga daging sapi yang fluktuatif namun stok untuk kebutuhan masih tercukupi.

Sedangkan untuk kedelai selain harga yang meningkat, stok untuk kebutuhan pun sulit dipenuhi. Dikarenakan juga minat dari konsumen yang rendah, sehingga ketersediaan kedelai terbatas.

Dalam hal ini, Pemerintah juga akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat dengan memastikan kebutuhan bahan pangan pokok dapat tercukupi dan terjangkau.

Para konsumen pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat Daerah yang telah mengawal ketersediaan pangan, khusunya kepada Bapak Menteri Pertanian yang telah membantu intervensi ketersediaan pangan stabil menjelang lebaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID