mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Update Skill ,Petani dan Penyuluh Garut Ikuti Bimtek

GARUT – https://polbangtan-bogor.ac.id | Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dalam melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, diantaranya mengadakan bimbingan teknis kepada para petani dan penyuluh di wilayah binaan. Salah satunya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Penyuluh Pertanian merupakan garda terdepan mewujudkan cita-cita Indonesia menjadi lumbung pangan.

“Kalian (penyuluh pertanian) adalah otaknya petani, pemegang manajemen pertanian di lapangan. Kalian yang menunjukkan mulai dari hulu ke hilir, mulai dari tanam sampai petik hingga jual,” ujar Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi juga menegaskan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” tegas Dedi.

Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan selama dua hari Jumat s.d Sabtu, 7-8 April 2023 dibagi sebanyak dua angkatan dengan peserta per-angkatan 100 orang.

Kegiatan ini di hadiri oleh Muhammad Hoerudin Amin, selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Komisi IV, Direktur Polbangtan Bogor, serta unsur Dinas Pertanian Kabupaten Garut, dan praktisi di bdiang pertanian sebagai narasumber.

Diharapkan nantinya peserta dapat menimba ilmu dalam acara ini, agar nantinya dapat mengaplikasikan di lapangan, karena Garut memiliki potensi yang luar biasa di bidang pertanian organik. Tentunya dengan dukungan pihak DPR untuk mendukung kegiatan di dinas dalam meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh pertanian dalam upanya meningkatkan kualitas pangan.

Syaifuddin, Direktur Polbangtan Bogor dalam sambutannya menyampaikan, Kegiatan Bimtek ini adalah kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI dalam upaya peningkatan kapasitas petani dan penyuluh, serta regenerasi petani.

“Diharapkan peserta menjadi petani dan penyuluh pertanian yang siap bekerja di lapangan salah satunya dengan mengembangkan pertanian organik dalam upaya meningkatkan kualitas pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat, serta menjadi bahan dari pengolahan hasil pertanian yang utama sehingga keamanan pangan petani dapat terwujud, ujar Syaifuddin.

Pada kesempatan pembukaan Bimtek Muhammad Hoerudin Amin selaku anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR) RI Komisi IV. Amin menyampaikan bahwa masyarakat Garut harus punya keyakinan dan tekad untuk berubah, bermimpi tapi tentunya diikuti dengan kemauan dan kerja keras.

“Petani dan Penyuluh pertanian harus bersama harus berjuang dari bawah serta yakin bahwa akan ada perubahan. Melalui bimtek ini diharapkan peserta bisa ikut serta dalam mensukseskan kesediaan dan kemandirian pangan, utamanya bahan pangan lokal bukan impor”, ujar Amin.

Amin menambahkan bahwa forum Bimtek yang didorong oleh Komisi IV dalam rangka pembekalan petani penyuluh pertanian serta menambah ilmu pertanian sehingga SDM-nya berorientasi kepada hasil yang berkelanjutan.

“Pertanian organik yang memanfaatkan bahan alami sangat penting untuk mengembalikan kualitas konsumsi masyarakat, dengan mengkonsumsi pangan yang sehat akan menjamin kualitas hidup masyarakat, akan jauh dari penyakit berat yang disebabkan oleh konsumsi pangan yangbmengandung kimia tinggi”, jelas Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bahasa >>