mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Sukses Budidaya Kentang, Milenial Sukabumi Jadi Inspirasi Petani Muda

SUKABUMI – https://polbangtan-bogor.ac.id | Kementerian Pertanian RI menunjukkan keseriusannya dalam pengembangan usaha pertanian di kalangan milenial muda.

Melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor yang menjadi Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program YESS di Jawa Barat, melakukan pendampingan dan pengawalan petani kentang penerima manfaat Program YESS di Tahun 2022, Astya Nur Alif di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus memfasilitasi generasi milenial terjun menjadi petani dan berwirausaha pertanian.

Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selalu meyakinkan bahwa pertanian adalah bisnis yang menjanjikan.

“Generasi Z juga harus bisa mengikuti perkembangan dari zaman, harus berani menjadi petani yang modern atau mendirikan start-up pertanian,” tegas Mentan Syahrul.

Senada dengan pernyataan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Prof. Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa pertanian harus didukung kalangan milenial sebagai generasi muda.

“Mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia,” jelas Dedi.

Kegiatan program YESS salah satunya adalah bantuan dalam bentuk modal usaha melalui proses seleksi dengan memenuhi persyaratan dan kesepakatan untuk mempekerjakan pemuda dalam mencari peluang kerja di sektor pertanian dan menumbuhkan wirausahawan muda lainnya di masa datang.

Astya Nur Alif, salah satu dari penerima manfaat Program YESS sukses budidaya dan panen kentang pekan lalu. Panen kentang di lokasi dengan luasan lahan 6.800M2 dan mendapatkan hasil 2,5ton kentang jenis Granola.

Astya mengatakan tidak mudah menanam kentang di wilayahnya.
“Sebagaimana diketahui, tanaman kentang sensitif kekeringan, meskipun sangat peka dengan air yang berlebihan terutama air menggenang. Umbi kentang memerlukan suhu dingin dengan kelembaban yang tinggi. Pada tanah yang suhu dan kelembaban yang tidak stabil tanaman kentang akan menghasilkan umbi yang bentuknya tidak menarik dan benjol-benjol”, papar Astya.

Kegiatan pemanenan kentang tersebut dihadiri oleh Project Manager Program YESS PPIU Jawa Barat, District Implementation Team (DIT), Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Nyalindung, Financial Advisor, Mobilizer, dan Fasilitator Pemuda setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID