mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Cetak Petani Handal Berdaya Saing, Kementan Tingkatkan Kapasitas Manajemen TEFA

BOGOR – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor tanpa henti bersinergi mengembam tugas mencetak regenerasi petani milenial guna keberlangsungan ketahanan pangan negeri, dengan merancang dan menyusun kapasitas pendidikan petani milenial di Hotel Megamendung, Gadog, Kabupaten Bogor pada Jumat (1/9).

Civitas akademika Polbangtan Bogor turut antusias mengikuti kegiatan ini yang berlangsung selama dua hari. Sebagai salah satu instansi pendidikan dibawah Kementan, Polbangtan Bogor menjalankan tri dharma perguruan tinggi, Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Polbangtan Bogor terus meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dan merancang serta menyusun persiapan pembelajaran untuk Tahun Akademik di setiap semesternya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.

“Untuk mendukung itu, petani milenial mempunyai peran penting. Khususnya untuk kemajuan pembangunan pertanian saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dan tentunya itu bisa didapatkan dari bangku pendidikan vokasi,” kata Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

“Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” papar Dedi.

Dibuka secara langsung oleh Plh Direktur Polbangtan Bogor, Rudi Hartono mengatakan bahwa Rapat Persiapan Pembelajaran (RPP) dan Peningkatan Kapasitas Manajemen TeFa, para bapak ibu Program Studi (Prodi) perlu merancang sedemikian rupa efektif untuk proses mengajar.

“Prodi perlu merancang betul sedemikian rupa yang efektif untuk proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Tahun Akademik (TA) 2023/2024 mendatang”. ujar Rudi.

Pada kegiatan Peningkatan Kapasitas RPP dan Manajemen Teaching Factory (TeFa) Program YESS 2023 ini dihadiri oleh civitas akademika Polbangtan Bogor dan tim PPIU Jawa Barat yang berjumlah 69 orang.

Dengan paparan dan rancangan yang telah di konsep oleh masing-masing Prodi, dipresentasikan kepada seluruh peserta kegiatan. Guna tersampaikannya Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) beserta jadwal kegiatan mengajar seluruh semester.

Sementara itu proses KBM TA 2023/2024 akan mulai berlangsung setelah masa pengenalan kampus kepada mahasiswa/i baru yang pada tanggal 4 September ini akan mulai menjalani masa pengenalan kampus. Pertemuan pertama TA 2023/2024 dimulai pada 18 September 2023 di semua Prodi Polbangtan Bogor.

Kedepannya diharapkan RPP dan Manajemen TeFa ini terus bersinergi mengembangkan rancangan pendidikan untuk para petani milenial guna mensukseskan program pemerintah pusat dan daerah serta mensejahterakan ketahanan pangan negeri demi menjadi negeri lumbung pangan dunia tahun 2045 mendatang

Penulis Artikel: Dika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID