Logo Web Polbangtan Bogor

September Ceria, Teaching Factory Polbangtan Kementan Panen Cempe

BOGOR – Teaching Farm Jurusan Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor menyambut bulan September dengan suka cita , pasalnya diawal bulan sedang memanen anakan (Cempe) kambing hasil program perkembangbiakan secara alami.

Ada sekitar 9 ekor cempe yang lahir pada hari Senin (4/9) dari 4 ekor indukan kambing yang bunting sebelumnya.

Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDM), memfasilitasi unit pelaksana teknis pendidikan salah satunya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor untuk mengembangkan Teaching Farm (TEFA).

Salah satu TEFA Jurusan peternakan adalah TEFA ternak kecil (kambing dan Domba) dimana saat ini populasi ternaknya sudah ada 49 ekor domba dan 33 ekor kambing.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meyakini bahwa pendidikan vokasi pertanian akan menghasilkan alumni job creator yang mampu menciptakan peluang lapangan kerja serta alumni jobseeker (pencari kerja) yang siap ditempatkan di seluruh lini pembangunan pertanian.

Untuk itu, dirinya memberi arahan agar sektor pertanian Indonesia dapat lebih maju, mandiri dan modern lewat peran generasi muda.

“Masa depan pembangunan pertanian ada di tangan generasi muda. Generasi yang harus diperkuat keilmuan nya. Salah satu unsur penting ada di pendidikan vokasi untuk itu, pendidikan vokasi kita harus didukung oleh peralatan praktek yang cukup dan memadai,” sebut Menteri Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan petani milenial harus mampu merefleksikan semangat kebangkitan dan kejayaan negara agraris sebagai jalan dan upaya pemerintah menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia

“Kementan mendukung upaya pemerintah melakukan regenerasi petani sekaligus melahirkan pengusaha muda pertanian yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat pertanian Indonesia” sebut Dedi.

Salah satu prospek pertanian yang menjanjikan saat ini adalah bahan pangan sumber protein hewani yang salah satunya adalah daging domba maupun kambing karena selain murah mudah didapat dan juga sudah umum dimasyarakat Indonesia.

Melihat potensi pasar yang sangat tinggi, Polbangtan Bogor melalui TEFA Peternakan terus berupaya meningkatkan produktifitas nya baik dari segi budidaya (memperbanyak populasinya) maupun dari segi penggemukannya lebih cepat.

Sehingga produk akhir dari agribisnis ini dapat berkembang dan menyasar alumni maupun masyarakat sekitar yang ingin dan mau berwirausaha dibidang peternakan.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan yakni budidaya dimana peternak dituntut untuk biasa memelihara dan juga memprogramkan perkawinan ternaknya sehingga ternak yang dipelihara terus berkembang, salah cara dengan perkawinan alami oleh ternak pejantan maupun biasa juga melalui cara kawin buatan dibantu oleh peternak.

Jaenudin Operator kandang TEFA peternakan membagikan tips bagi peternak untuk memperhatikan keseharian hewan ternaknya.

“Tips untuk peternak, selalu rajin ke kandang tidak hanya memberi makan juga perhatikan pola tingkahlaku ternak, ketika ternak ingin kawin (berahi) maka segeralah dikawinkan”

Jaenudin menambahkan bahwa pencatatan recording ternak perlu dibuat sehingga peternak mengetahui kapan ternak itu berahi, kapan ternak itu harus dikawinkan, kapan ternak itu melahirkan. Ada beberapa ciri yang timbul dari ternak berahi diantaranya nafsu makan kurang, ternak sering bersuara, gelisah mencari-cari pejantan, menaiki ternak lain, dan adanya perubahan diorgan reproduksinya.

Penulis artikel: Mulyana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *