mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Tingkatkan Kualifikasi Petani Muda, Kementan Lakukan Pendampingan di Sukabumi

SUKABUMI – https://polbangtan-bogor.ac.id | Sektor pertanian akan menjadi masa depan dunia, yang sudah seharusnya menjadi peluang bisnis generasi milenial. Kementerian Pertanian konsisten mendukung dan menfasilitasi para agropreneur muda untuk bergerak diberbagai bidang pertanian dari hulu hingga ke hilir.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) terus berupaya melahirkan agropreneur muda tangguh, kompeten, dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

“Melalui program YESS, peningkatan kapasitas pemuda perdesaan untuk menjadi kewirausahawan muda pertanian yang memiliki akses permodalan, akses pemasaran serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah perdesaan,” tutur Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Kali ini tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) bersama dengan National Programme Management Unit (NPMU) melakukan kunjungan misi dalam rangka lesson learn dan design mission YESS Scaling-up Intervension (YESS SI) di Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/1/24).

Dalam kunjungannya, tim IFAD melakukan dialog bersama dengan Fasilitator Muda (Fasmud), Mobilizer, Financial Advisor (FA), Local Champion, Perbankan, dan para Penerima Manfaaat (PM) YESS di Kabupaten Sukabumi yang cukup beragam mulai dari suku adat, Ex-migran, magang, dan difabel.

Berlokasi di P4S Kelompok Tani Ternak Puyuh Cilangkap, IFAD mengundang Sub 1 dan Klaster Agribisnis Singkong, Kabupaten Sukabumi, dimana keduanya merupakan binaan Program YESS PPIU di wilayah Jawa Barat.

Sakata Yumi, Programme Officer IFAD ingin mengetahui sejauh mana implementasi program YESS dijalankan dari tingkat kabupaten.

“Saya ingin mendengar secara langsung dari semua stakeholder terkait, mengenai apa saja yang sudah dikerjakan dan tantangan dari implementasi yang sudah dijalankan selama 4 tahun ini”, ungkap Yumi.

Hadir sebagai perwakilan IFAD Targeting, Gender, and Youth Consultant IFAD, Shazreh Hussain. Selain itu hadir tim PPIU Jawa Barat dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim karena sudah memilih kabupaten sukabumi sebagai lokasi program YESS.

”Program YESS di Sukabumi sudah 4 (empat) tahun berjalan, dan tentunya program ini sangat memberikan banyak manfaat dalam mencetak para wirausaha muda di Kabupaten Sukabumi” kata Sri.

Harapannya program ini tidak selesai di tahun 2025, namun jika memang harus selesai maka Pemerintah Daerah akan berkomitmen untuk berupaya mendukung keberlanjutan program dengan mengadopsi sistem yang sudah berjalan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh daerah.

Pada dialog tersebut menghasilkan rekomendasi untuk peningkatan program YESS ke depan bagian diantaranya identifikasi dan profiling CPM (Calon Penerima Manfaat), pengelompokan CPM berdasarkan komoditas sejenis dan komoditas beragam, CPM dengan komoditas serupa diarahkan ke klaster, dan CPM dengan beragam komoditas difokuskan pada perusahaan pengolahan.

Strategi baru dalam intervensi program YESS di antaranya intervensi terhadap CPM berdasarkan status mereka (latar belakang non-pertanian, baru bergerak di bidang pertanian, latar belakang usaha pertanian yang sudah maju), peningkatan kapasitas CPM difokuskan pada pelatihan lanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, dan magang diarahkan pada magang bisnis dan kemitraan dengan lokasi magang.

Bagi Fasmud dan Mobilizer, rekomendasi untuk ke depannya adalah Fasmud harus mempunyai kualifikasi sebagai pendamping usaha di bidang pertanian dengan rasio pendampingan yang terjangkau (rasio intervensi 1:40) dan fokus pada pendampingan dalam membangun kolaborasi bisnis.

Tingkatkan Kualifikasi Petani Muda, Kementan Lakukan Pendampingan di Sukabumi

SUKABUMI – Sektor pertanian akan menjadi masa depan dunia, yang sudah seharusnya menjadi peluang bisnis generasi milenial. Kementerian Pertanian konsisten mendukung dan menfasilitasi para agropreneur muda untuk bergerak diberbagai bidang pertanian dari hulu hingga ke hilir.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) terus berupaya melahirkan agropreneur muda tangguh, kompeten, dan berkualitas melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS).

“Melalui program YESS, peningkatan kapasitas pemuda perdesaan untuk menjadi kewirausahawan muda pertanian yang memiliki akses permodalan, akses pemasaran serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan di wilayah perdesaan,” tutur Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi.

Kali ini tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) bersama dengan National Programme Management Unit (NPMU) melakukan kunjungan misi dalam rangka lesson learn dan design mission YESS Scaling-up Intervension (YESS SI) di Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/1/24).

Dalam kunjungannya, tim IFAD melakukan dialog bersama dengan Fasilitator Muda (Fasmud), Mobilizer, Financial Advisor (FA), Local Champion, Perbankan, dan para Penerima Manfaaat (PM) YESS di Kabupaten Sukabumi yang cukup beragam mulai dari suku adat, Ex-migran, magang, dan difabel.

Berlokasi di P4S Kelompok Tani Ternak Puyuh Cilangkap, IFAD mengundang Sub 1 dan Klaster Agribisnis Singkong, Kabupaten Sukabumi, dimana keduanya merupakan binaan Program YESS PPIU di wilayah Jawa Barat.

Sakata Yumi, Programme Officer IFAD ingin mengetahui sejauh mana implementasi program YESS dijalankan dari tingkat kabupaten.

“Saya ingin mendengar secara langsung dari semua stakeholder terkait, mengenai apa saja yang sudah dikerjakan dan tantangan dari implementasi yang sudah dijalankan selama 4 tahun ini”, ungkap Yumi.

Hadir sebagai perwakilan IFAD Targeting, Gender, and Youth Consultant IFAD, Shazreh Hussain. Selain itu hadir tim PPIU Jawa Barat dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim karena sudah memilih kabupaten sukabumi sebagai lokasi program YESS.

”Program YESS di Sukabumi sudah 4 (empat) tahun berjalan, dan tentunya program ini sangat memberikan banyak manfaat dalam mencetak para wirausaha muda di Kabupaten Sukabumi” kata Sri.

Harapannya program ini tidak selesai di tahun 2025, namun jika memang harus selesai maka Pemerintah Daerah akan berkomitmen untuk berupaya mendukung keberlanjutan program dengan mengadopsi sistem yang sudah berjalan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh daerah.

Pada dialog tersebut menghasilkan rekomendasi untuk peningkatan program YESS ke depan bagian diantaranya identifikasi dan profiling CPM (Calon Penerima Manfaat), pengelompokan CPM berdasarkan komoditas sejenis dan komoditas beragam, CPM dengan komoditas serupa diarahkan ke klaster, dan CPM dengan beragam komoditas difokuskan pada perusahaan pengolahan.

Strategi baru dalam intervensi program YESS di antaranya intervensi terhadap CPM berdasarkan status mereka (latar belakang non-pertanian, baru bergerak di bidang pertanian, latar belakang usaha pertanian yang sudah maju), peningkatan kapasitas CPM difokuskan pada pelatihan lanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, dan magang diarahkan pada magang bisnis dan kemitraan dengan lokasi magang.

Bagi Fasmud dan Mobilizer, rekomendasi untuk ke depannya adalah Fasmud harus mempunyai kualifikasi sebagai pendamping usaha di bidang pertanian dengan rasio pendampingan yang terjangkau (rasio intervensi 1:40) dan fokus pada pendampingan dalam membangun kolaborasi bisnis.

Penulis artikel: RIndiyani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *