mail@polbangtan-bogor.ac.id
(0251) 8386312

Tingkatkan Kompetensi Peternak di Cianjur, Polbangtan Kementan Gelar Bimtek Budidaya Ternak Domba

BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor merupakan salah satu unit Perguruan Tinggi vokasi di lingkungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian RI.
Polbangtan Bogor melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban berkewajiban untuk mengupayakan terbentuknya generasi muda pertanian yang mampu mengelola pertanian dengan baik dan mewujudkan pertanian yang mandiri, maju, dan modern.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengajak para generasi muda untuk sama-sama membangun sektor pertanian. Sebab menurutnya, untuk membangun pertanian dibutuhkan SDM pertanian yang berkualitas, andal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis.
“Regenerasi petani merupakan hal utama yang harus dipercepat dan menjadi fokus utama selain peningkatan produksi dan produktivitas,” katanya.

Amran menambahkan, tak hanya jumlah, tetapi setiap individu pertanian harus bisa membekali diri dengan pengetahuan serta keterampilan sesuai dengan perkembangan zaman. Terlebih, pertanian telah menjadi isu global.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan secara rinci bahwa karakter yang harus dimiliki petani milenial adalah yang pertama mampu bekerja keras, tekun, tidak mudah menyerah, maju terus pantang mundur dalam membangun pertanian Indonesia.

Untuk meningkatkan minat petani terhadap dunia pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian bekerjasama dengan Anggota Komisi IV DPR-RI Kabupaten Cianjur melaksanakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh dan Petani di kabupaten Cianjur.

Kegiatan yang dilasanakan pada Senin (10/6) ini bertempat di Gedung Anyelir Sangga Buana Resort & Convention Hotel dengan jumlah peserta 100 orang terdiri dari petani dewasa, penyuluh, dan petani milenial.
Pelaksanaan kegiatan BIMTEK diharapkan mampu menggugah semangat petani dan penyuluh pertanian maupun petani milenial untuk mengembangkan kemajuan pertanian di wilayah pedesaan.

Arif Nindyo Kisworo sebagai ketua jurusan sekaligus narasumber dalam bimtek ini menyampaikan beberapa poin utama atau kunci sukses beternak kambing domba secara garis besar dibagi menjadi 3 yakni bibit, pakan, dan manajemen.

Bibit adalah awal penyediaan bahan baku produksi sehingga harus selektif dalam memilih bibit unggul seperti jenis domba, pertambahan bobot harian, jumlah kelahiran. Bibit menyumbang 30% pertumbuhan suatu ternak.

Pakan merupakan faktor kunci keberhasilan beternak karena menyumbang 70% biaya produksi, efisiensi pakan sangat dianjurkan bagi peternak untuk menekan biaya produksi seperti penggunaan pakan alternatif atau bahan pakan yang banyak tersedia dialam seperti rumput-rumputan, leguminosa atau kacang-kacangan, dedaduanan, juga dapat menggunakan limbah pertanian maupun industri makanan

Sedangkan Manajemen tidak terlepas dari peternak sebagai oprator dalam kandang, penerapan SOP yang baik akan membuat produksi maksimal. Manajemen ini dibagi menjadi beberapa langkah seperti manajemen pemberian pakan, manajemen sanitasi atau kebersihan kandang, manajemen kesehatan, manajemen recording reproduksi.

Staf Ahli Bidang Peternakan Kabupaten Cianjur, Asep Adang menyatakan bahwa kondisi penyuluh pertanian atau PPL yang ada dikabupaten cianjur masih mengelola 3-4 desa binaan “Artinya kalau dalam 1 desa ada 10 kelompok tani dan setiap kelompoknya memiliki 25 anggota maka setiap penyuluh membina 750-1000 petani”, ujarnya.

Oleh sebab itu setelah dilaksanakannya bimtek ini petani diharapkan dapat mengakses atau berkoordinasi dengan penyuluh setempat, sehingga ilmu yang didapatkan selama bimtek dapat langsung dimanfaatkan di lapangan.

Penulis Artikel: Mulyana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pengumuman

Berita Lainnya

id_IDID