Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Polbangtan Bogor Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Bogor


BOGOR – https://polbangtan-bogor.ac.id | Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor aktif dalam mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diantaranya dengan melakukan kerjasama dalam bidang sinergitas program dan kegiatan.
Penandatanganan MoU dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor di Auditorium Pemkab Cibinong pada Kamis (2/6/2022) bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Bogor yang ke-540.
Ditandatangani secara langsung oleh Direktur Polbangtan Bogor sebagai pihak kedua, bersanding dengan Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan sebagai pihak kesatu disaksikan oleh Koordinator BAAKA, Kepala Bagian Umum, Kepala UPPM, dan Tim Kerjasama dari Polbangtan Bogor.
Tujuan dari kerjasama ini untuk mensinergikan program dan kegiatan para pihak diantaranya pengembangan tri Dharma perguruan tinggi. Dimana ruang lingkup Kerjasama ini meliputi pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi Daerah, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat, Implementasi Program Merdeka Belajar (Kampus Merdeka), serta kegiatan lain yang telah disepakati oleh para pihak.
Detia Tri Yunandar, selaku Direktur Polbangtan Bogor mengatakan bahwa MoU ini merupakan batu loncatan bagi Polbangtan Bogor untuk aktif melaksanakan Tri Dharma. “MoU ini berlaku selama 2 tahun sejak ditandatangani dan dapat di perpanjang berdasarkan kesepakatan Bersama,” ujarnya.
Mentan Syahrul Yasin limpo (SYL) melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur SYL.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi.
"Yaitu yakni karakter, pendidikan vokasi harus menciptakan generasi milenial yang memiliki karakter seorang petarung, tidak mudah menyerah, dan memiliki jiwa yang tangguh," katanya.
Sementara itu, Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDM Pertanian mengatakan bahwa Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian. "Melalui pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul [job seeker] serta sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, profesional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin [job creator]," kata Dedi

Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Polbangtan Bogor Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Bogor

BOGOR – https://polbangtan-bogor.ac.id | Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor aktif dalam mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Diantaranya dengan melakukan kerjasama dalam bidang sinergitas program dan kegiatan.
Penandatanganan MoU dilakukan dengan Pemerintah Kabupaten Bogor di Auditorium Pemkab Cibinong pada Kamis (2/6/2022) bersamaan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Bogor yang ke-540.
Ditandatangani secara langsung oleh Direktur Polbangtan Bogor sebagai pihak kedua, bersanding dengan Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan sebagai pihak kesatu disaksikan oleh Koordinator BAAKA, Kepala Bagian Umum, Kepala UPPM, dan Tim Kerjasama dari Polbangtan Bogor.
Tujuan dari kerjasama ini untuk mensinergikan program dan kegiatan para pihak diantaranya pengembangan tri Dharma perguruan tinggi. Dimana ruang lingkup Kerjasama ini meliputi pengembangan Sumber Daya Manusia, Inovasi Daerah, Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepada Masyarakat, Implementasi Program Merdeka Belajar (Kampus Merdeka), serta kegiatan lain yang telah disepakati oleh para pihak.
Detia Tri Yunandar, selaku Direktur Polbangtan Bogor mengatakan bahwa MoU ini merupakan batu loncatan bagi Polbangtan Bogor untuk aktif melaksanakan Tri Dharma. “MoU ini berlaku selama 2 tahun sejak ditandatangani dan dapat di perpanjang berdasarkan kesepakatan Bersama,” ujarnya.
Mentan Syahrul Yasin limpo (SYL) melihat semakin banyak orang yang membutuhkan pertanian. “Pertanian yang dibutuhkan, adalah pertanian yang efektif, efisien dan transparan. Hal itu bisa dilakukan melalui petani milenial yang modern,” tutur SYL.
Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan ada empat jurus jitu yang harus ditekankan dalam pendidikan vokasi.
"Yaitu yakni karakter, pendidikan vokasi harus menciptakan generasi milenial yang memiliki karakter seorang petarung, tidak mudah menyerah, dan memiliki jiwa yang tangguh," katanya.
Sementara itu, Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDM Pertanian mengatakan bahwa Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian. "Melalui pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul [job seeker] serta sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, profesional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin [job creator]," kata Dedi.