Beranda Berita Wujudkan Petani Milenial Unggul, Kementan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Polbangtan Bogor

Wujudkan Petani Milenial Unggul, Kementan Tingkatkan Kualitas Pembelajaran di Polbangtan Bogor

Friday, 02 April 2021   Oleh: Administrator   251

Hadirnya Petani milenial sebagai motor penggerak pembangunan pembangunanan pertanian diyakini mampu mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Oleh sebab itu, Kementan terus menerus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas petani milenial, salah satunya melalui Pendidikan vokasi pertanian.

Kementan melalui Politeknik Pembangunan Pertanian terus berupaya mencetak calon petani milenial unggulan yang mumpuni, inovatif, kreatif dan berdaya saing serta adaptif terhadap inovasi teknologi pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan masa depan pertanian ada di tangan petani milenial. “Kementan terus mencetak petani milenial dan menjadikan petani milenial sebagai petani muda handal. yang mampu menggerakan pembangunan pertanian”, ungkap Mentan SYL.

Senada dengan arahan Menteri Pertanian, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa pengungkit utama dan pertama suatu bangsa adalah sumber daya manusianya.

“Dunia pertanian tidak hanya membutuhkan alat pertanian mutakhir, benih pertanian unggulan, inovasi teknologi pertanian, tetapi juga butuh SDM pertanian yang berkualitas atau petani, praktisi pertanian, petani milenial yang aktif bergerak membangun pertanian maju, mandiri dan modern. Oleh karena itu, dari saat ini, kita didik dan siapkan mental SDM pertanian yang Tangguh, kita genkot ilmu, keterampilan dan lainnya, sehingga mereka menjadi petani yang terampil, tangguh dan professional”, papar Dedi.

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor sebagai salah satu Lembaga Pendidikan vokasi pertanian terus berupaya mewujudkan harapan tersebut.

Dipertegas oleh Plt Direktur Polbangtan Bogor, Siswoyo yang menuturkan melalui pendidikan vokasi yang kita laksanakan mahasiswa harus mendapatkan ilmu dan kompetensi yang cukup serta mumpuni. Diimbangi dengan 30% teori dan 70% praktek, kami berupaya menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang professional, mandiri dan berdaya saing untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

“Peran Polbangtan Bogor sebagai pendidikan vokasi juga di imbangi dengan sarana dan fasilitas pendidikan yang memadai dengan tersedianya alat-alat mesin pertanian, Teaching Factory, dan Smart Green House yang menjadi unggulan dan kebanggaan Polbangtan Bogor”, terang Siswoyo.

Selama masa pandemi tak menjadi penghalang mahasiwa menerima ilmu. Pembelajaran dilaksanakan dengan metode kuliah daring berbasis video conference. Dari metode ini mahasiswa jug di tuntut aktif dan tetap disiplin agar menjadi lulusan yang dapat berdaya saing.

Pewarta : DHM