Dari Warna Hingga Kristal, Mahasiswa Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor Ungkap Karbohidrat di Laboratorium Nutrisi
Bogor — Berawal dari larutan yang tampak sederhana, mahasiswa Program Studi Kesehatan Hewan, Jurusan Peternakan, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor (Polbangtan Bogor) mengamati berbagai perubahan warna hingga terbentuknya kristal dalam praktikum uji karbohidrat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Polbangtan Bogor sebagai bagian dari pembelajaran nutrisi dan biokimia. Suasana praktikum di Laboratorium Nutrisi menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas dapat dibuktikan melalui reaksi kimia. Dengan menggunakan berbagai sampel dan pereaksi, mahasiswa melakukan serangkaian pengujian untuk mengetahui karakteristik dan keberadaan karbohidrat. Salah satu pengujian yang dilakukan adalah uji Benedict. Pengujian ini digunakan untuk mendeteksi gula pereduksi. Sampel yang telah diberikan pereaksi kemudian mendapatkan perlakuan sesuai prosedur praktikum. Perubahan warna yang muncul menjadi salah satu indikator yang diamati mahasiswa untuk membantu menentukan hasil pengujian. Bagi mahasiswa, proses tersebut tidak hanya menghasilkan perubahan warna pada larutan. Setiap perubahan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memahami bagaimana suatu senyawa dapat memberikan respons ketika direaksikan dengan bahan tertentu.
Pengujian berikutnya adalah uji Molisch, salah satu metode umum yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan karbohidrat. Dalam pengamatan uji Molisch, terbentuknya cincin berwarna pada batas larutan menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Hasil tersebut kemudian dikaitkan dengan prinsip reaksi yang terjadi selama proses pengujian. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa identifikasi karbohidrat dapat dilakukan melalui karakteristik reaksi tertentu, bukan hanya berdasarkan tampilan fisik suatu bahan.
Tidak berhenti pada perubahan warna, praktikum juga menghadirkan pengujian yang menghasilkan bentuk yang lebih menarik untuk diamati, yaitu uji Osazon. Pada pengujian ini, gula tertentu dapat membentuk kristal osazon setelah melalui proses reaksi dengan pereaksi yang sesuai. Bentuk kristal yang terbentuk menjadi salah satu objek pengamatan mahasiswa. Proses tersebut memberikan pengalaman berbeda karena mahasiswa tidak hanya mengamati perubahan warna larutan, tetapi juga mempelajari bagaimana suatu senyawa dapat menghasilkan bentuk kristal yang memiliki karakteristik tertentu.
Bagi mahasiswa Kesehatan Hewan, praktikum uji karbohidrat memiliki kaitan dengan pemahaman mengenai nutrisi yang menjadi salah satu bagian penting dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan. Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi yang berperan dalam menunjang kebutuhan metabolisme tubuh. Oleh karena itu, pemahaman mengenai karakteristik karbohidrat menjadi dasar yang penting bagi mahasiswa dalam mempelajari hubungan antara nutrisi, metabolisme, dan kondisi tubuh hewan. Selain memahami materi, kegiatan praktikum juga melatih mahasiswa untuk bekerja secara teliti, mengikuti prosedur, menggunakan alat dan bahan dengan tepat, melakukan pengamatan, serta menginterpretasikan hasil yang diperoleh.
Praktikum uji karbohidrat di Laboratorium Nutrisi Polbangtan Bogor menunjukkan bahwa pembelajaran tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan laboratorium, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana teori berubah menjadi sebuah proses dan hasil yang dapat diamati. Mulai dari perubahan warna pada uji Benedict, terbentuknya cincin pada uji Molisch, hingga pembentukan kristal pada uji Osazon, setiap tahapan memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman belajar bagi mahasiswa Program Studi Kesehatan Hewan Polbangtan Bogor untuk memahami ilmu nutrisi secara lebih nyata sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran dan praktik di bidang kesehatan hewan. Dari larutan yang berubah warna hingga kristal yang terbentuk, laboratorium menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ilmu yang dipelajari di kelas dapat dilihat, diamati, dan dipahami secara langsung.
Penulis: Bunga Firsya Aulia
Attachment
No attachments available.
Comments