Gerakan Tanam Serempak 70.000 Hektare, Polbangtan Kementan Perkuat Kolaborasi Dukung Swasembada Pangan
RILIS BPPSDMP – 1 September 2026 (HUMAS/953)
Batanghari — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 70.000 hektare yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Di Provinsi Jambi, kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi Pekerjaan Konstruksi Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026, Desa Olak, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Senin (31/8/2026).
Gerakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Cetak Sawah Rakyat agar segera produktif. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, penyuluh, perguruan tinggi, hingga petani.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
“Target kita jelas, produksi harus meningkat dan lahan yang sudah disiapkan harus segera ditanami. Karena itu, gerakan tanam harus dilakukan secara masif, serempak, dan melibatkan seluruh pihak. Pemerintah akan terus memberikan dukungan agar petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” ujar Amran.
Menurutnya, optimalisasi lahan melalui Cetak Sawah Rakyat harus diikuti dengan percepatan pemanfaatan lahan dan penguatan produktivitas. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, TNI, penyuluh, perguruan tinggi, serta petani menjadi kunci agar program tersebut memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus berjalan beriringan dengan penguatan sumber daya manusia pertanian.
“Gerakan tanam serempak bukan hanya tentang menanam, tetapi bagaimana kita membangun gerakan bersama. Petani harus mendapatkan pendampingan, dukungan teknologi, dan penguatan kapasitas agar lahan yang telah disiapkan dapat memberikan produktivitas yang optimal,” ujar Idha.
Penguatan peran pendidikan vokasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan pertanian di tingkat lapangan. Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, mengatakan perguruan tinggi vokasi pertanian perlu memastikan proses pendidikan memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan petani.
“Pendidikan vokasi pertanian harus hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Mahasiswa dan sivitas akademika tidak hanya belajar mengenai pertanian di ruang kelas, tetapi juga perlu memahami dinamika dan kebutuhan petani di lapangan,” kata Amin.
Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap program strategis Kementan. Kehadiran Polbangtan Bogor sekaligus memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi pertanian dengan pembangunan pertanian di daerah.
Menurut Yoyon, Gerakan Tanam Serempak menunjukkan bahwa percepatan pembangunan pertanian membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Polbangtan Bogor siap mendukung program Kementerian Pertanian. Kehadiran kami di lapangan merupakan bagian dari komitmen untuk ikut mengawal pembangunan pertanian sekaligus memastikan pendidikan vokasi memiliki keterhubungan yang kuat dengan kebutuhan nyata petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, optimalisasi lahan hasil Cetak Sawah Rakyat tidak berhenti pada proses pencetakan lahan dan penanaman. Produktivitas lahan harus terus dijaga melalui penerapan teknologi, peningkatan kapasitas petani, serta pendampingan yang berkelanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya mencetak sawah, tetapi memastikan sawah tersebut produktif dan memberikan manfaat bagi petani. Karena itu, sinergi dan pendampingan harus terus dilakukan agar produktivitas lahan dapat meningkat,” tutur Yoyon.
Pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak di Desa Olak menjadi gambaran kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat daerah. Optimalisasi lahan, percepatan tanam, penerapan teknologi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi rangkaian yang saling mendukung untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Melalui sinergi pemerintah, perguruan tinggi, penyuluh, TNI, dan petani, lahan pertanian diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan hasil yang berkelanjutan. Dari Desa Olak, gerakan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama menuju peningkatan produksi dan terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Attachment
No attachments available.
Comments