Polbangtan Bogor Matangkan Pembelajaran Semester Ganjil untuk Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi
Bogor – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor mematangkan persiapan pembelajaran Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian nasional.
Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan pada 5–6 Agustus 2026 di Aula Komplek Surya Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor.
Forum ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan pembelajaran pada semester ganjil sekaligus memperkuat sinergi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan proses pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta selaras dengan kebutuhan pembangunan pertanian yang semakin dinamis.
Penyelenggaraan kegiatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menempatkan penguatan SDM sebagai kunci utama kemajuan sektor pertanian. Menurutnya, peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam membangun pertanian Indonesia yang maju dan berdaya saing.
"Kemajuan pertanian sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi SDM. Karena itu, peningkatan kapasitas melalui pendidikan dan pelatihan berkualitas harus terus dilakukan," ujar Amran.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa kualitas SDM merupakan faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pendidikan vokasi perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, dan siap menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di sektor pertanian.
Pandangan tersebut turut diperkuat oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, yang menilai bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif, adaptif, dan siap memasuki dunia kerja. Menurutnya, proses pembelajaran harus terus dikembangkan melalui perangkat ajar yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, serta dinamika pembangunan pertanian.
Mengimplementasikan arah kebijakan tersebut, Direktur Polbangtan Bogor, Dr. Ir. Yoyon Haryanto, S.ST., M.P., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas dosen menjadi salah satu kunci dalam menjaga mutu pendidikan vokasi. Seluruh tenaga pendidik didorong untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik, mempersiapkan diri menghadapi berbagai penyesuaian regulasi, serta memperkuat budaya mutu agar Polbangtan Bogor mampu menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan berdaya saing.
Pada persiapan pembelajaran semester ganjil ini, perhatian diarahkan pada penguatan perangkat dan sistem pembelajaran. Pemaparan kalender akademik menjadi acuan pelaksanaan proses belajar mengajar, sementara Sistem Informasi Akademik (SIA) dan Learning Management System (LMS) dipersiapkan untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif, terintegrasi, dan berbasis teknologi.
Salah satu fokus utama dalam forum tersebut adalah penyelarasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) beserta bahan ajar yang melibatkan dosen tetap maupun dosen tidak tetap dari Jurusan Pertanian dan Jurusan Peternakan. Penyusunan perangkat pembelajaran dilakukan dengan mengacu pada capaian pembelajaran lulusan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Melalui penyelarasan tersebut, proses pembelajaran diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan lapangan sekaligus mampu meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.
Forum ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para dosen untuk menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta memperkuat sinergi dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan berpusat pada mahasiswa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem akademik yang mendorong lahirnya lulusan yang unggul, adaptif, serta memiliki daya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
Melalui kegiatan ini, Polbangtan Bogor kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi melalui penguatan tata kelola akademik, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta pengembangan sistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Polbangtan Bogor optimistis dapat terus melahirkan SDM pertanian yang profesional, berkarakter, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian Indonesia menuju pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.
Attachment
No attachments available.
Comments