Logo Kementan BPPSDMP

News

Polbangtan Bogor Perkuat Promosi Kompetensi SDM Pertanian untuk Pasar Kerja Global

Polbangtan Bogor Perkuat Promosi Kompetensi SDM Pertanian untuk Pasar Kerja Global

BOGOR – Kompetensi sumber daya manusia menjadi modal penting Indonesia untuk memperluas peluang tenaga kerja terampil di pasar global. Upaya memperkenalkan kompetensi tersebut kini tidak hanya dilakukan melalui dokumen atau profil lulusan, tetapi juga dengan memperlihatkan secara langsung proses pembelajaran dan praktik yang membentuk keterampilan tenaga kerja.

Hal tersebut menjadi bagian dari kunjungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kementerian P2MI/BP2MI), melalui Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyampaian rencana penyusunan bahan promosi kompetensi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sekaligus melihat secara langsung proses pembelajaran vokasi yang berlangsung di lingkungan Polbangtan Bogor.

Tim Kementerian P2MI/BP2MI melakukan pengambilan video kegiatan pembelajaran di Teaching Factory (TEFA) Kampus Jurusan Pertanian dan TEFA Kampus Jurusan Peternakan. Dokumentasi tersebut akan menjadi bagian dari bahan promosi dalam bentuk media cetak dan digital untuk memperkenalkan kompetensi serta kualitas sumber daya manusia Indonesia kepada pemangku kepentingan di dalam maupun luar negeri.

Pemilihan lingkungan TEFA menjadi bagian penting dalam proses dokumentasi karena pembelajaran di dalamnya memperlihatkan keterampilan mahasiswa melalui praktik secara langsung. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengerjakan proses kerja yang berkaitan dengan bidang pertanian dan peternakan.

Pendekatan tersebut sejalan dengan karakter pendidikan vokasi yang menempatkan praktik sebagai bagian penting dalam membangun kompetensi. Melalui TEFA, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengasah keterampilan, memahami proses kerja, mengenal teknologi, sekaligus belajar menyelesaikan persoalan yang muncul dalam praktik.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga menciptakan solusi nyata,” ujar Yoyon.

Menurutnya, pengalaman praktik memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami bagaimana teknologi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi di lapangan.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu kekuatan pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai bidangnya. Kompetensi yang dibangun melalui proses pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan ketika lulusan memasuki dunia kerja maupun berkontribusi di tengah masyarakat.

Dalam konteks promosi kompetensi PMI dan CPMI, dokumentasi pembelajaran di TEFA memberikan gambaran mengenai bagaimana keterampilan sumber daya manusia bidang pertanian dan peternakan dibangun sejak proses pendidikan.

Materi visual yang dihasilkan tidak hanya memperlihatkan fasilitas pendidikan, tetapi juga aktivitas mahasiswa ketika menjalankan proses pembelajaran. Hal tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih konkret mengenai kompetensi yang dikembangkan melalui pendidikan vokasi pertanian.

Kunjungan Kementerian P2MI/BP2MI tersebut juga mendukung arahan Presiden Republik Indonesia dalam meningkatkan kapasitas PMI dan CPMI, baik dalam kemampuan bahasa maupun keterampilan teknis, melalui Program SMK Go Global.

Program tersebut menjadi salah satu upaya mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan mampu memanfaatkan peluang kerja di luar negeri.

Bagi sektor pertanian dan peternakan, penguatan kompetensi teknis menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja. Perubahan teknologi produksi, digitalisasi, serta kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil membuat proses pendidikan perlu terus terhubung dengan praktik di lapangan.

TEFA menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan unsur tersebut. Mahasiswa dapat belajar melalui proses yang lebih dekat dengan kondisi kerja, mulai dari penggunaan peralatan dan teknologi hingga penerapan prosedur kerja dan penyelesaian persoalan teknis.

Di Kampus Jurusan Pertanian, kegiatan TEFA memperlihatkan proses pembelajaran yang berkaitan dengan kompetensi bidang pertanian. Sementara di Kampus Jurusan Peternakan, mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik yang mendukung keterampilan di bidang peternakan.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa sebelum mereka memasuki dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak hanya menyiapkan lulusan dari sisi pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang dapat menjadi bekal menghadapi lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Yoyon menilai keterhubungan antara pendidikan, praktik, dan kebutuhan dunia kerja perlu terus diperkuat agar kompetensi yang dibangun di lingkungan kampus tetap relevan dengan perkembangan sektor pertanian.

“Pembelajaran berbasis praktik memberi pengalaman kepada mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab persoalan di lapangan,” kata Yoyon.

Ia menambahkan, dokumentasi kegiatan pembelajaran juga dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan proses pendidikan vokasi Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.

“Yang diperlihatkan bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga proses mahasiswa belajar, berlatih, menggunakan teknologi, dan menyelesaikan persoalan. Dari proses itu dapat terlihat bagaimana kompetensi mereka dibentuk,” lanjutnya.

Kolaborasi antara Kementerian P2MI/BP2MI dan Polbangtan Bogor tersebut sekaligus membuka ruang untuk memperkenalkan potensi sumber daya manusia pertanian dan peternakan Indonesia kepada pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional.

Promosi kompetensi melalui media cetak dan digital diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kualitas pendidikan vokasi Indonesia. Bukan hanya dari sisi fasilitas, tetapi juga dari proses pembelajaran yang menghasilkan keterampilan dan pengalaman praktis.

Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam kegiatan dokumentasi tersebut menjadi pengalaman tersendiri untuk melihat bahwa kompetensi yang mereka bangun selama menempuh pendidikan memiliki ruang untuk diperkenalkan dan dikembangkan lebih luas.

Sementara bagi Polbangtan Bogor, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang yang berkembang di tingkat global.

Penguatan kompetensi sumber daya manusia juga tidak dapat dilepaskan dari kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja yang berbeda. Selain keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi perubahan menjadi bagian dari bekal yang perlu dimiliki tenaga kerja.

Melalui pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik, Polbangtan Bogor terus mendorong mahasiswa untuk memiliki pengalaman yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian dan peternakan. Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi lulusan untuk berkiprah di dunia usaha, dunia industri, masyarakat, maupun berbagai peluang kerja lainnya.

Kunjungan Kementerian P2MI/BP2MI ke Polbangtan Bogor pada akhirnya tidak hanya menjadi proses pengambilan dokumentasi. Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana pendidikan vokasi dapat mengambil bagian dalam memperkenalkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia sekaligus mendukung upaya memperluas akses terhadap peluang kerja yang membutuhkan tenaga terampil.

Dengan memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan memperkenalkan kompetensi secara lebih luas, Polbangtan Bogor turut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang memiliki keterampilan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk dalam menghadapi peluang di pasar global.

Attachment

No attachments available.

Comments

Copyright © 2026 Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor .